Home » Local News » Sulsel

Sabtu, 01 Desember 2012 | 21:07:20 WITA | 327 HITS
Pembangunan Sekolah Satap Minta Dihentikan
Materialnya Menggunakan Batu Karang

PANGKEP, FAJAR -- Proyek pembangunan Sekolah Satu Atap (Satap) di Kecamatan Kepulauan Liukang Kalmas dan Liungkang Tangaya, diminta untuk segera dihentikan.

Permintaan untuk penghentian pembangunan itu, bukan karena sekolah tersebut tidak dibutuhkan keberadaannya, tetapi karena material yang digunakan adalah batu karang, yang dianggap melanggar UU No. 27/2007, tentang pengelolaan wilayah kawasan pesisir, yang dengan tegas melarang siapapun mengambil, merusak atau menggunakan batu karang.

Pihak lembaga swadaya masyarakat (LSM) pun mengecam pembangunan sekolah Satap tersebut karena menggunakan batu karang. Yayasan Wahana Lestari (Wales) mengecam penggunaan batu karang tersebut. Melalui Direkturnya, Jufri Maudu, Wales mendesak DPRD Pangkep mengambil sikap politik, dan segera mengeluarkan rekomendasi penegakan hukum.

"Kami tidak habis fikir, mengapa pemakaian batu karang pada pembangunan sekolah Satap di pulau itu lolos dari pengawasan. Ini jelas melanggar UU," kesal Jufri, Jumat 30 November kemarin. 

Jufri menyebutkan, UU No. 27/2007 mengungkapkan, barang siapa dengan sengaja menambang terumbu karang yang menimbulkan kerusakan ekosistemnya, mengambil terumbu karang di kawasan Konservasi, serta melakukan pembangunan fisik yang menimbulkan kerusakan dan merugikan masyarakat, dapat dikenakan sanksi pidana  2 hingga 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

"Kami mencurigai adanya kongkalikong antara pihak Dispora Pangkep dengan konsultan yang menangani proyek ini. Sebab sepanjang pengetahuan saya, Founding dengan pihak Australia sebagai pemberi hibah ini sangat ketat. Jadi tanpa keterlibatan Dispora Pangkep, tidak mungkin ada kejadian seperti ini," ujar Jufri. 

Pembangunan sekolah Satap ini adalah bantuan pemerintah pusat yang anggarannya bersumber dari  hibah Australia ke Kemendiknas. Pelaksanaannya didasarkan atas Memorandum of Understanding (MoU) pemerintah pusat dengan Pemkab. Pelaksanaan pembangunan sekolah satap sendiri bersifat swakelola dengan pengawasan oleh konsultan yang ditunjuk langsung Direktorat Pembinaan SMP, Kemendiknas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pangkep, Drs  Mohammad Ridwan, M.Pd, yang telah menerima informasi tersebut.  "Semua Kepala Sekolah di semua sekolah di dua wilayah itu, sudah kami panggil. Kami berikan teguran keras, dan menegaskan agar pihak konsultan dan panitia pembangunan untuk segera memperbaiki dengan menambah beban pondasi dengan batu sesuai dengan RAB," jelasnya.

Ridwan berdalih, pihak Panitia Pembangunan Satap tidak memahami motode angkut material bangunan di medan berat seperti laut. Hal inilah yang menjadi alasan penggunaan batu karang tersebut. Konsultan disebutkan terpaksa menggunakan batu karang sebagai pengganti batu kapur untuk pondasi.

Anggota Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Pangkep, Hafsul H Pattah berjanji akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak Dispora Pangkep untuk mempertanyakan masalah ini. Selain itu, dia juga meminta agar Kejaksaan Negeri Pangkep (Kejari) turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus ini, mengingat kasus ini terindikasi berbau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Untuk penguatan data, dalam waktu dekat, Hafsul bersama sejumlah Legislator dari Dapil kepulauan berencana melakukan peninjauan kepada sekolah-sekolah dimaksud. (sri/lis)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...