Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Sabtu, 05 Januari 2013 | 21:30:35 WITA | 458 HITS
Hanya 80 Persen Sekolah Daftar PDSS

MAKASSAR, FAJAR -- Input data rekam jejak sekolah dan prestasi akademik siswa melalui program Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di Sulsel hingga Januari 2013 baru mencapai 80 persen. Kendala input data terutama lambatnya beberapa sekolah swasta memasukkan data siswa.

PDSS salah satu syarat yang wajib dilakukan sekolah untuk mendaftarkan siswanya mengikuti SNMPTN 2013 melalui jalur undangan. Pendaftaran PDSS telah dibuka sejak 17 Desember 2012 dan ditutup pada 8 Februari mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Jabbar mengungkapkan, banyak sekolah swasta yang belum juga mendaftarkan sekolah dan siswa ke PDSS karena seringkali berupaya mendongkrak jumlah siswanya. Upaya ini dilakukan untuk menghindari penutupan karena jumlah minimal siswa tak terpenuhi.

“Cara-cara mendongkrak jumlah siswa ini seringkali terlihat pada pelaksanaan ujian nasional. Sekolah melaporkan banyak siswanya, tetapi pada saat pelaksanaan ujian, banyak yang tidak datang,” ungkap Jabbar, Jumat, 4 Januari.
Jabbar mengungkapkan, sekolah-sekolah yang belum mendaftarkan siswanya ke PDSS umumnya di Makassar. Sekolah di Makassar yang telah mendaftarkan PDSS hanya sekitar 40 persen. Daerah lainnya sekitar 70-80 persen. Beberapa di antaranya sudah rampung seperti Bantaeng dan Luwu Timur.

Selain faktor sekolah swasta yang belum mendaftarkan siswa ke PDSS, faktor geografis juga memengaruhi masih rendahnya persentase pendaftaran. Banyak sekolah di daerah terpencil dan kesulitan mengakses internet untuk mendaftar secara online.
 
Terkendala SDM

Hasil penelusuran FAJAR diDinas Pendidikan Kota, diperoleh informasi bahwa dari kurang lebih 22 ribu siswa SMA/SMK swasta dan negeri yang ada, kurang lebih 2.500 siswa belum terdata. Rinciannya, 1.250 dari SMA, dan 1.300 dari SMK. Sementara di tingkat sekolah, antara lain yang belum merampungkan PDSS-nya adalah SMAN 3 dan SMAN 13.

Koordinator Pengelolaan Data UN Bidang Pendidikan Menengah Diknas Makassar, Syamsuddin, SSos, MM, mengakui bahwa rekap PDSS baru mencapai 90 persen. “Untuk peserta (UN) SMA, yang terdata baru kurang lebih 11.750 dari total peserta 13.000,” sebut Syamsuddin.

Sementara jenjang SMK, Syamsuddin mengungkapkan telah mendata 7.700 peserta. Jumlah itu juga baru 85,5 persen dari total kurang lebih 9.000 peserta yang diperkirakan mengikuti UN tahun ini.

“Proses ini juga terkendala lantaran adanya libur panjang akhir tahun dan libur sekolah. Selain itu, juga karena masih ada sekolah yang belum paham cara penginputan data melalui aplikasi yang diberikan kemendikbud,” ungkap Syamsuddin.

“SMAN 13 dan SMAN 3 terhambat karena menggunakan penginputan manual. Padahal, mereka telah diberikan bimtek (bimbingan teknis) mengenai penginputan aplikasi awal Desember lalu,” Syamsuddin menambahkan.

Soal kendala teknis, juga diakui Kepala Seksi Pengembangan Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Diknas Makassar, Muh Ahdhar Saleh, SPd, MSi. “Saat ini kami masih terus mensosialisasikan dan juga mengawal pelaksanaan PDSS. Semua tahapan masih dalam proses,” ucap Ahdhar saat ditemui Jumat siang.

Kendati demikian, Ahdhar optimis PDSS akan rampung hingga batas waktu yang ditentukan 8 Februari. “Kita punya aplikasi dan teknologi yang telah ada di setiap sekolah. Sampai saat ini juga belum ada yang melapor mengalami kesulitan. Soal teknis, sejalan dengan proses, akan terselesaikan,” ucap Ahdhar.

Ia juga meyakini bahwa tidak akan ada sekolah menengah di Makassar yang berani mengatrol nilai demi meluluskan siswanya di perguruan tinggi yang dituju. Sebab sanksi yang disiapkan kemendikbud sangat berat. Yakni kehilangan kesempatan tiga tahun untuk mengikuti jalur penerimaan mahasiswa melalui SNPTN. “Itu kita jamin. Tidak akan ada manipulasi data,” tegas Ahdhar. (rif-mimi)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...