Home » Nasional

Senin, 15 April 2013 | 19:50:12 WITA | 236 HITS
UN Tertunda, Psikologi Siswa Sangat Terganggu
Anggaran 20 Persen Kinerja Tetap Buruk

JAKARTA -- Wakil Ketua Komite III DPD RI Anna Ruswan Latuconsina, mengkritik kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lantaran dinilai lalai dalam mendistribusikan lembar soal maupun jawaban ke seluruh daerah di Indonesia.

Akibat dari kelalaian ini, beberapa daerah tidak bisa ujian nasional karena , lembar kerja soal dan jawaban belum terdistribusi sampai hari H pelaksanaan ujian. Hal ini dinilai buruk, karena jarang terjadi di Indonesia. Biasanya sebelum ujian nasional lembar soal dan jawaban sudah sampai di kabupaten/kota masing-masing.

Anna yang duduk pada Komite Pendidikan DPD RI, meminta Kemendikbud supaya bertanggungjawab. "Ada kinerja yang kurang baik yang nampak di Kemendikbud. Mestinya segala persiapan dilakukan secara dini." Kata Anna kepada FajarOnline di Jakarta, Senin (15/4).

Untuk diketahui, sekolah SMA di 30 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara mengalami kendala UN kemarin, lantaran tidak ada lembar soal.

Mereka ini tidak termasuk UN yang tertunda karena keterlambatan distribus logistik UN. Namun karena lembar soal tidak ada.

Sedangkan daerah NTT, Sulsel, dan beberapa daerah lainnya UN ditunda, karena distribusi logistik UN terlambat. Sedangkan Maluku, telah melakukan UN kemarin. Belum diketahui apakah ada kendala sebagaimana di Sumatera atau tidak, namun Latuconsina berharap hal itu semoga tidak terjadi.

Latuconsina mengatakan, pelaksanaan UN tertunda tentu sangat menganggu psikologi siswa. Karena mereka belajar untuk mengikuti waktu penetapan UN yang pasti. Ketika ditunda, hal itu sangat mengganggu. “Mereka belajar berhari-hari, dan hari UN sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan dengan segala kecemasan maupun antusias. Tapi setelah diumumkan ditunda, tentu emosional siswa sangat terguncang,” jelasnya.

Dia berharap, pemerintah dapat mengambil pelajaran dari kegagalan UN di tahun ini. Dia juga mengimbau siswa SMA agar tetap tenang, dan ikuti saja proses yang ada. Karena semua tidak mengharapkan hadirnya persoalan ini. Tapi kemudian, hal itu terjadi. Maka yang paling bertanggungjawab adalah Kemendikbud.

Dia menjelaskan, dinamakan ujian nasional, karena diselenggerakan secara serempak di Indonesia. Tapi kalau sudah seperti ini, maka perlu dievalusasi. "Dinamakan UN karena ada nilai lebih, yakni digelar serempak. Tapi dengan adanya masalah dari tahun ke tahun, maka perlu dievaluasi menyeluruh, agar program UN ke depan tidak mengorbankan siswa," katanya.

Dia heran, karena anggaran pendidikan merupakan anggaran terbesar yakni 20 persen dari APBN. Jika masi saja mengalami kendala pendidikan, maka yang salah adalah pengelola, karena logika anggaran adalah ketika anggaran cukup, maka segala kebutuhan dan program bisa dijalankan. (Fik/fmc)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...