Home » Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 | 09:57:09 WITA | 224 HITS
Kanibalisme Guncang Syria

DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun berlangsung, krisis Syria masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Rezim Presiden Bashar al-Assad dan kubu oposisi belum lelah untuk saling serang. Belakangan, kekerasan yang terus meningkat itu mulai membuahkan sederet kekejian.

Salah satu kekejian yang lahir dari krisis berkepanjangan di Syria adalah aksi kanibalisme. Seorang tokoh oposisi dari Kota Homs, Provinsi Homs, memakan hati seorang serdadu pemerintah. Sebelumnya, pria yang diidentifikasi sebagai Abu Sakkar, pimpinan Brigade Omar al-Farouq al-Mustakila, tersebut mengiris bagian dada si serdadu untuk mengambil hatinya.

Ironisnya, Sakkar sengaja merekam aksi brutal tersebut. ’’Kami sudah bersumpah kepada Tuhan bahwa kami akan memakan jantung dan hati kalian, wahai para prajurit Bashar si anjing,’’ ucapnya dengan lantang seraya menghunjamkan pedangnya ke dada mayat serdadu itu. Tanpa belas kasihan, dia mengambil hati si serdadu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

’’Kami adalah pahlawan-pahlawan Baba Amr,’’ seru Sakkar merujuk pada distrik yang dulu menjadi sarang oposisi dan kini sudah rata dengan tanah. Dalam adegan berikutnya, dia tampak mendekatkan organ yang masih berlumuran darah itu ke mulutnya. Tidak jelas apakah salah satu pejuang antipemerintah tersebut benar-benar memakan hati itu. Sebab, video berakhir pada adegan tersebut.

Brigade Omar al-Farouq al-Mustakila lantas mengunggah video amatir berisi kekejian Sakkar itu ke YouTube. Dalam hitungan menit, aksi kanibalisme tersebut beredar luas melalui internet. Selasa (14/5) masyarakat internasional mengecam keras video brutal itu. Termasuk, Human Rights Watch (HRW) dan Koalisi Nasional Syria yang merupakan gabungan beberapa kelompok oposisi.

’’Koalisi (Nasional) Syria mengecam keras aksi tersebut, jika nanti memang terbukti benar. Koalisi menekankan bahwa aksi semacam itu bertentangan dengan moral rakyat Syria dan prinsip serta nilai Tentara Pembebasan Syria (FSA),’’ papar Koalisi Nasional Syria dalam keterangan resminya kemarin. Mereka menyebut aksi brutal itu sebagai tindakan yang keji dan tidak berperikemanusiaan.

Tapi, Nadim Houry dari HRW menyatakan bahwa Koalisi Nasional Syria perlu melakukan tindakan nyata, tidak sekadar mengecam. ’’Oposisi Syria tidak cukup hanya mengecam aksi tersebut atau menyalahkan pemerintah yang selama ini merepresi mereka. Sudah saatnya oposisi beraksi dan menghentikan aksi brutal seperti itu,’’ tegas direktur HRW Timur Tengah tersebut.

Bersamaan dengan itu, pemerintah Turki melaporkan tambahan korban tewas dalam insiden ledakan dua bom mobil di perbatasannya dengan Syria akhir pekan lalu. Kemarin korban tewas bertambah menjadi 51 orang. Itu diketahui setelah tim SAR menemukan satu mayat lagi dan seorang korban yang dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal.

’’Saat ini, masih ada tiga korban lagi yang kondisinya kritis,’’ terang Menteri Kesehatan Turki Mehmet Muezzinoglu sebagaimana dilansir harian Haber-Turk. Ledakan bom di Kota Reyhanli yang terletak di perbatasan Turki-Syria itu merupakan insiden paling mematikan sejak krisis Syria pecah sekitar dua tahun lalu. Diduga kuat, pelaku serangan adalah kelompok Marxist yang loyal terhadap Assad.

Sejauh ini, pemerintah sudah menangkap 13 tersangka. Meski sempat menyebut keterlibatan Syria, Perdana Menteri (PM) Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa seluruh tersangka yang kini menjalani pemeriksaan di kantor polisi adalah warga Turki. Kemarin Damaskus membantah keterlibatan Assad atau kelompok intelijen Syria dalam insiden tersebut. (AP/AFP/BBC/hep/c5/dos)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...