40 Penyu Diduga Dibunuh, Habitat Kura-kura di Mampie Terancam Punah – FAJAR –
Budaya & Pariwisata

40 Penyu Diduga Dibunuh, Habitat Kura-kura di Mampie Terancam Punah

old.fajar.co.id, POLMAN – Habitat kura-kura di Pantai Wisata Mampie, Sulawesi Barat, sedang di ujung tanduk. Kenyataan ini disebabkan oleh semakin tingginya angka kematian penyu di sana.

Menurut Ketua Komunitas Sahabat Penyu (KSP) Mampie, Yusri, penyebab kematian penyu-penyu di kampungnya diduga karena dibunuh. Yusri amat prihatian atas kondisi ini.

“Ada luka akibat pukulan benda tajam atau tumpul. Hal ini bisa dilihat dari luka yang terbuka atau cangkang yang pecah karena hantaman benda tumpul,” terang Yusri kepada ParePos.

Dalam tiga bulan terakhir, 40 ekor penyu ditemukan mati terdampar di pinggir laut Mapie. Miris.

“Saya pribadi menemukan 17 penyu yang mati, belum lagi yang ditemukan teman, jadi kalau ditotal tidak kurang dari 40 ekor penyu yang mati,” sambung Yusri.

Yusri meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar untuk segera memberi solusi. Ia telah melaporkan hal tersebut ke instansi terkait di Kabupaten Polman, namun belum ada tanggapan, sehingga melaporkan langsung ke Pemprov Sulbar.

“Harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, karena priode Januari hingga Mei adalah musim penyu bertelur, dan akan banyak naik ke Permukaan,” jelasnya.

Yusri khawatir, jangan sampai ikon Mampie sebagai jalur migrasi dan habitat penyu bertelur jadi hilang. Apa lagi tempat semacam ini hanya ada dua di Sulawesi, pertama di Selayar dan kedua di Mampie, Sulbar.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulbar, Parman Parakkasi, segera turun ke lapangan dan melakukan sarasehan dengan warga sekitar.

“Saya bersama anggota saya akan bertemu langsung masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman agar tidak mengganggu penyu. Selain itu saya juga akan membangun penangkaran yang akan dikelola oleh KSP Mampie, serta meminta kepada Pemerintah desa dan Kabupaten Polman untuk membuat Perda terkait kawasan zona penyu yang ada di Mampie,” ujar Parman.

Parman menambahkan, sementara pihak DKP Sulbar juga sedang merampungkan zonasi pantai yang telah masuk di kementerian terkait. Dengan adanya zonasi ini jalur migrasi dan tempat bertelur penyu dapat terlindungi.

“Kami dari pemerintah akan sekuat tenaga melindungi penyu, jangan sampai jadi sejarah. Sulbar patut bersyukur karena bisa menjadi tempat bertelur penyu yang tidak dimiliki semua daerah, jika ini kita kelolah dengan baik, bisa menjadi kawasan wisata edukasi sekaligus konservasi,” tuntas Parman. (SM/Parepos)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!