Cangkul Wakapolres Palopo Berbuah ‘Lereng Cinta’ – FAJAR –
Budaya & Pariwisata

Cangkul Wakapolres Palopo Berbuah ‘Lereng Cinta’

old.fajar.co.id, PALOPO – Berawal dari hobi mencangkul alias bercocok tanam, Wakapolres Palopo, Kompol Woro Susilo, membuahkan destinasi wisata baru. Lahan kebun yang tadinya kurang terawat disulap menjadi tempat refreshing anyar di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Pengunjung bersantai di Lereng Cinta. (Foto: Palopo Pos – FAJAR Group)

Objek wisata ini diberi nama “Lereng Cinta”. Terletak di sebuah lereng gunung Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana, Kota Palopo. Jaraknya dari pusat Kota Palopo hanya 10 hingga 15 menit dengan mesin roda dua. Gampangnya, sekira 400 meter dari kediaman Ir Alimuddin Nur, mantan Wakil Ketua DPRD Palopo.

Lereng Cinta ini tiba-tiba menjadi viral. Itu setelah makan onde-onde (acara syukuran) secara sederhana bersama pemuda setempat pada 6 April 2017. Foto-foto cantik dari berbagai sudut mampu menyedot perhatian banyak orang.

Masyarakat Palopo pun mulai memperbincangkannya, sampai bertanya-tanya, “Di mana tempatnya?”, “Ayo, kita jalan-jalan ke sana!”

Palopo Pos (FAJAR Group) yang menyempatkan waktu ke Lereng Cinta, terpesona dibuatnya.

Pemandangannya cantik dan asyik. Dari ketinggian 130 meter di atas permukaan laut (mdpl), pengunjung dapat melihat wajah Kota Palopo sampai ke laut. Hawanya juga sejuk, ditambah nuansa warna-warni di antara pepohonan nan hijau.

Objek wisata ini memiliki ikon tersendiri, yakni rumah pohon dengan atap terbalik. Dilengkapi dengan wahana outbond, seperti flying fox, lereng ayun, jogging track. Lereng Cinta juga menawarkan kesan romantis dengan menghadirkan gembok cinta, tenda love-love berwarna merah hati, dan lainnya.

Dalam waktu dekat, akan ditambah lagi wahana sepeda terbang. Entah bagaimana lagi modelnya ini.

Wakapolres Palopo, Kompol Woro Susilo, yang ditemui Palopo Pos, Jumat (7/4/2017), mengungkapkan, objek wisata baru ini dirintis sejak empat bulan lalu. Itu berawal dari hobinya berkebun. Maklum, anak kampung dari Bandung, Jawa Barat, ini lahir dan besar dari lingkungan petani.

Awalnya, dia hanya membeli kebun milik warga yang luasnya kira-kira setengah hektar pada Oktober 2016. Kemudian mulai mengelola kebun tersebut pada Desember 2016 dengan menanam sayur-sayuran dan buah-buahan.

Dalam perjalanannya, dia beli lagi lahan di sampingnya setengah hektare. Dan rupanya, pemilik kebun di sebelahnya juga mau menjual kebunnya.

“Saya beli sedikit-sedikit, akhirnya cukup 1,5 hektare,” ucap Woro Susilo. “Terlepas dari jabatan saya sebagai penegak hukum, saya sangat hobi dengan yang namanya berkebun.”

Melihat kondisi Kota Palopo yang memiliki potensi wisata yang sangat bagus, akhirnya muncul inisiatif Wakapolres untuk membuat destinasi wisata pegunungan.

“Awalnya saya hanya membuat rumah terbalik berukuran empat kali empat meter. Ya, untuk bisa saya tempati tinggal kalau saya datang,” ujarnya.

Ternyata,  inisiatif Wakapolres menarik perhatian masyarakat Kota Palopo, utamanya anak muda. Mereka datang berkunjung untuk sekadar ber-selfi ria sekaligus menikmati pemandangan yang indah.

Dengan panorama alam yang eksotis terdapat beberapa view yang bisa dinikmati, di antaranya pengunjung bisa melihat Kota Palopo secara luas, bahkan daerah Bua di Kabupaten Luwu juga bisa terlihat. Selain itu, pemandangan laut, sawah, pegunungan sekitar dan juga bukit terlihat indah dari atas ketinggian 130 mdpl.

Dari pengakuan Wakapolres, sejak dibuat, Lereng Cinta sudah dikunjungi oleh 400 hingga 500 orang.

“Pengunjung biasanya ramai saat akhir pekan tiba. Kebanyakan anak muda yang datang baik itu bersama teman-temannya, juga ada yang bersama dengan pasangannya masing-masing,” ungkapnya.

Kini, Lereng Cinta buah tangan Woro Susilo dipercayakan kepada pemuda setempat di wilayah Mawa sebagai pengelola. Pengelola memberlakukan tarif masuk Rp8000 bagi setiap pengunjung.

Rencananya, Lereng Cinta ini akan diresmikan pada 20 April 2017. “Dan, rencana juga Pak Wali Kota akan hadir jika tidak berhalangan,” beber Woro Susilo.

Woro ingin menjadikan Lereng Cinta ini sebagai salah satu ikon wisata di Kota Palopo.

“Apa yang saya buat ini bisa menjadi peluang usaha, juga menjadi pilihan destinasi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar Palopo,” tuturnya mantap. (SM/Udy-Ikh-PalopoPos)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!