STP NHI Bandung Harus Pakai Standar Global – FAJAR –
Budaya & Pariwisata

STP NHI Bandung Harus Pakai Standar Global

old.fajar.co.id, BANDUNG – Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat serius memantau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP) di ruang rapat Rektorat STP NHI Bandung, Jumat (26/5).

Menpar Arief didampingi Deputi BPKK H.M Ahman Sya, Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis Priyantono Rudito, dan Ketua STP Anang Sutono. Menpar blusukan dadakan untuk melakukan inspeksi dan pemantauan fasilitas gedung perkuliahan STP NHI Bandung.

Ketua STP Anang Sutono beserta jajaran menjelaskan rencana pembangunan dan fungsi dari berbagai fasilitas kampus. Menpar Arief Yahya berinteraksi dan berdialog dengan staf dan mahasiswa di lingkungan kampus.

Rapat pemantauan dilakukan dengan cara video call dengan 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lembaga pendidikan tinggi pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata yang terdiri atas STP NHI Bandung, STP Nusa Dua Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, dan Poltekpar Lombok, dan Deputi BPKK, H.M Ahman Sya, Ketua STP Bandung Anang Sutono, dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis, Priyantono Rudito.

“Gunakan global standart, untuk menjadi global player! Sisihkan 10% lulusan dididik khusus menjadi entrepreneur! Perguruan Tinggi Pariwisata di bawah Kemenpar harus bisa menjadi center of exellence dalam penggunaan bahasa asing,” kata Menpar Arief Yahya menginstruksikan kepada seluruh UPT lembaga pendidikan pariwisata Kemenpar.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya menjelaskan, inisiasi SBM STAPP dilakukan perdana pada tahun 2016, atas instruksi Menpar untuk digitalisasi pendaftaran mahasiswa yang sinergis oleh 6 UPT lembaga pendidikan tinggi pariwisata di bawah Kemenpar.

Di luar jalur SBM-STAPP, lanjut Ahman Sya, seluruh UPT juga melakukan Seleksi Mandiri Masuk (SMM). Total peminat yang mendaftar melalui SBM-STAPP adalah sebesar 10.000 orang dan SMM sebesar 11.000 orang. Total peminat 6 UPT Kemenpar pada tahun 2017 adalah sebesar 21.000 orang, naik 50% dibanding data peminat tahun 2016.

“Dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru tersebut, seluruh UPT mengalokasikan kuota menerima mahasiswa 80% dari SBM-STAPP dan 20% sisanya dari SMM,” papar Ahman Sya.

Adapun peminat yang mendaftar melalui SBM-STAPP Total 21.382 yakni STP NHI Bandung 11.655, STP Nusa Dua Bali 4.491, Akpar Medan 1.707, Poltekpar Makassar 2.470, Poltekpar Palembang 630, dan Poltekpar Lombok 429.

“Jumlah peminat tersebut sangat banyak dan melampaui kapasitas 6 UPT untuk menampung 3.500 mahasiswa baru. Persaingan untuk mendapatkan kursi studi adalah 1:6, hanya 1 peminat yang diambil dari 6 pendaftar,” tambah Ahman Sya.

Ahman Sya menambahkan, angka persaingan untuk mendaparkan kursi studi berbanding terbalik dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia, sebagai contoh Job Fair International Tourism and Hospitality Grand yang diadakan di STP NHI Bandung pada 23-24 Mei 2017 menyediakan lebih dari 15.000 lowongan kerja, sementara pendaftar hanya 4.000 orang.

Perbandingan antara pencari kerja dan lowongan kerja adalah 1:4, di mana setiap 1 pencari kerja dibutuhkan oleh 4 lowongan pekerjaan. Angka lowongan pekerjaan tersebut naik 25% dari acara serupa di tahun 2016 yang menyediakan 12.000 lowongan pekerjaan.

Ketimpangan supply-demand tenaga kerja tersebut disadari oleh Kemenpar. Menpar Arief Yahya menginstruksikan 6 UPT untuk memiliki 10.000 mahasiswa aktif kuliah dan menghasilkan 2.000 alumni yang diluluskan pada tahun 2018.

“Sebuah target yang ternyata sudah tercapai 2017 di mana jumlah mahasiswa di 6 UPT sebesar 10.000 dan lulusan tahun 2017 sebesar 2.000 alumni,” kata Arief. (Fajar/pojoksatu)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!