GNPF MUI: Isu Satu Triliun Fitnah yang Sangat Jahat


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, membantah bahwa pihaknya menerima uang senilai Rp1 triliun dari Presiden RI, Joko Widodo.Isu itu muncul usai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) bertemu Jokowi di Istana Negara pada Hari Raya Idulfitri, Minggu kemarin (25/6/2017).”Sama sekali saya tidak terima, Ustad Zaitun, ketua ormas ulama Islam tidak terima, dari FPI tidak terima, Muhammadiyah tidak terima,” tegas ustaz Bachtiar saat menggelar konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Selasa (27/6/2017).Bantahan serupa disampaikan Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rasmin. Dirinya menyangkal keras hal itu.”Kalau isu satu triliun itu isu fitnah yang sangat jahat, jangankan satu triliun, satu rupiah pun tidak,” ujarnya.GNPF MUI juga membantah mereka berbicara mengenai sejumlah kasus hukum yang tengah dijalani beberapa ulama yang tergabung dalam gerakan itu dalam pertemuannya dengan Jokowi.Adapun kasus hukum tersebut salah satunya yakni, kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret Pembina GNPF sekaligus Pendiri FPI Rizieq Shihab.”Tidak ada permintaan dari kami membicarakan kasus dan tidak ada pembicaraan soal kasus,” sebutnya.Kendati tak membicarakan kasus-kasus tersebut dengan Jokowi, Bachtiar melanjutkan bahwa GNPF MUI tetap konsisten mengawal dan membela kasus yang menimpa para ulama dan aktivis tersebut.”Untuk kasus ini kami bicara dengan teknis terkait tidak dengan presiden. Sekali lagi saya tegaskan pertemuan bersifat makro, selebihnya kami konsisten mengikuti proses hukum,” tuturnya.

Komentar

Loading...