Habis Open House, Wagub Langsung Masuk Rumah Sakit

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Kabar turunnya kesehatan Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal sedang beredar. Orang nomor dua di Kaltim itu disebut harus menjalani perawatan di tempat tidur.

Dalam beberapa foto yang diterima Kaltim Post, Mukmin terlihat terbaring dan dikelilingi sejumlah orang.  Ia masih mengenakan baju batik. Foto itu terkonfirmasi diambil di rumah jabatannya di Jalan Awang Long, Samarinda, kemarin (26/6).

Sebelumnya, Mukmin masih tampak kuat menerima kunjungan wali kota dan bupati beserta jajaran forum komunikasi pemimpin daerah kabupaten/kota di Kaltim saat gelaran open house Idulfitri. Tapi pada sore hari tiba-tiba kesehatannya langsung menurun.

“Padahal tadi jam 15.00 Wita Pak Mukmin terlihat masih sehat menerima kunjungan,” tutur pegawai humas salah satu kabupaten/kota di Kaltim.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Mukmin juga terlihat tengah memakai kursi roda. Setidaknya, sebulan terakhir setelah operasi, pria yang pernah menjabat ketua DPD Golkar Kaltim itu tidak pernah terlihat. Terakhir kali, Mukmin yang memakai kursi roda muncul di muka publik saat buka puasa bersama di kediamannya di Manggar Baru, Balikpapan, Sabtu (17/6). Meskipun duduk di kursi roda, Mukmin masih bisa berkomunikasi dengan para tamu. Selain Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, sekretaris provinsi Kaltim Rusmadi hadir di acara tersebut.

Kabar menurunnya kondisi Mukmin mencuat setelah foto dia terbaring lemah beredar. Namun demikian, direktur RSUD AW Sjachranie, dr Rachim Dinata Marsidi SpB FINAC, mengatakan kondisi Mukmin masih dalam keadaan penyembuhan. Wagub, kata Rachim, sedang memasuki masa pemulihan setelah tindakan operasi beberapa waktu lalu. Masa penyembuhan itu diperkirakan memerlukan beberapa pekan.

“Saat ini beliau baik-baik saja,” ujar dia kepada Kaltim Post, Senin (26/6). Dikatakan, beberapa tahap perawatan medis harus dilalui wakil gubernur berusia 67 tahun itu. Mukmin masih harus banyak istirahat sambil menjalani fisioterapi di samping mengonsumsi obat-obatan di rumah dinasnya.

“Beliau mengikuti terapi seperti latihan duduk dan berjalan kembali,” terang Rachim.

Politikus yang pernah menjabat wakil wali kota Balikpapan itu tercatat sudah dua kali melewati operasi tulang belakang. Pada 2009 lalu, atau beberapa saat menjabat ketua DPRD Kaltim, Mukmin dioperasi di RS Mount Elizabeth di Singapura. Setelah dioperasi, Mukmin melewati enam bulan di atas kursi roda. Saat itu, Mukmin melewati dua operasi yakni di pinggang kanan dan kiri karena infeksi.

Enam bulan mengenakan kursi roda, Mukmin bisa berjalan. Dia harus memakai tongkat untuk beberapa saat sampai akhirnya benar-benar pulih.

Dalam catatan Kaltim Post, kondisi Mukmin juga sempat drop awal tahun ini. Pada malam pergantian tahun, Mukmin sempat pingsan dan dibawa ke RSUD AW Sjachranie. Mukmin dikabarkan jatuh sakit saat itu setelah mengikuti inspeksi mendadak banjir di Samarinda.

TAK BISA DIGANTI

Dalam aturan hukum, seorang kepala daerah dan wakil yang sakit berkepanjangan bisa disebut berhalangan tetap. Maksud dari berhalangan tetap, sesuai Undang-Undang 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, yakni tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan berturut-turut selama enam bulan.

Dalam penjelasan undang-undang, berhalangan tetap diuraikan secara lebih detail. Maksud dari “tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap” adalah menderita sakit yang mengakibatkan fisik atau mental tidak berfungsi secara normal. Kondisi itu pun harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang berwenang. Jika kemudian kepala daerah atau wakil dinyatakan berhalangan tetap, dapat diberhentikan.

Dalam hal pemberhentian, terjadi kekosongan jabatan. Untuk posisi wakil kepala daerah, pengaturan pengisian kekosongan dimuat dalam UU 10/2016. Patut diperhatikan adalah sisa masa jabatan kepala daerah dan wakil. Menurut pasal 176 ayat 4, pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil wali kota dilakukan jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan. Khusus untuk Kaltim, periode jabatan Awang Faroek Ishak-Mukmin Faisyal tersisa kurang dari 18 bulan. (fel/*/el/tom/k18)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...