Perang Saudara di Papua, Satu Warga Tewas Depan Gereja

Rabu, 28 Juni 2017 - 07:05 WIB

FAJAR.CO.ID, PAPUA – Dua warga bersaudara kembali bentrok di kabupaten Nduga, Papua pada, Selasa (27/6). Aksi bentrok ini lanjutan dari bentrok pada, Sabtu (17/6) kemarin.

Dua kubu yang masih bersaudara ini melakukan aksi serang di depan Gereja Kingmi Jemaat Yerussalem Nduga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. A M Kamal sebagaimana dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) mengungkapkan, perang saudara tersebut lanjutan dari perang di Timika. Tepatnya 30 Maret 2017 silam yang mengakibatkan Hengki Lokbere meninggal dunia dan lanjutan perang pada tanggal 17 Juni 2017 di Kenyam Kabupaten Nduga yang mengakibatkan korban luka-luka dari pihak Ones Wandikbo sebanyak 3 orang.

“Dari aksi saling serang Selasa kemarin, menyebabkan salah satu pelajar, Nam Gwijangge 19 tahun meninggal dunia karena mengalami luka pada bagian dada,” ucap Kamal ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (27/6) kemarin.

Menurut Kamal, hingga saat ini kedua kubu masih saling berjaga-jaga di lokasi perang. Tepatnya di Depan Gereja Kingmi Jemaat Yerussalem Nduga Kabupaten Nduga, namun pihak kepolisian sendiri tetap siaga agar tidak terjadi konflik lanjutan yang berimbas pada jatuhnya korban susulan.

“Untuk mencegah adanya konflik lanjutan, personel Brimob dan Polsek Kenyam sudah mendatangi kedua kubu yang bertikai melakukan mediasi agar tidak memicu perang, dengan saling membuang panah. Karena hal ini akan menganggu aktivitas masyarakat lainnya,” terangnya.

Dirinya juga menginginkan agar kedua kubu tidak saling terprovokasi dengan kejadian saat ini, mengingat mereka yang bertikai adalah masih bersaudara sehingga dapat dibicarakan secara baik-baik.  (Fajar/jpg)