Warga Padati Rumah JK, Bukti Pengaruhnya Masih Kuat di Negara

Rabu, 28 Juni 2017 - 08:10 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar open house dihari ketiga Idul Fitri di rumah pribadinya, di jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/6).

Acara open house itu dihadiri oleh ribuan orang. Silih berganti orang memasuki rumah bermodel klasik modern itu. Mulai dari pejabat, pengusaha, hingga warga biasa dari sudut-sudut sempit kota.

Bersalaman dan bergurau dengan sosok nomor dua di republik ini tersebut.

Termasuk yang hadir adalah mereka yang namanya santer disebut akan bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

Pantauan FAJAR (Jawa Pos Group) terlihat ada Nurdin Halid, Nurdin Abdullah, Rivai Ras, Ichsan Yasin Limpo, dan Agus Arifin Nu’mang. Mereka pun tak melewatkan kesempatan berfoto dengan JK.

Nurdin Halid (NH) dan Nurdin Abdullah (NA) memilih mengapit JK dengan tangan digenggam. NH di sisi kanan, NA di sisi kiri.

Sementara Agus memilih berpose santai dan tidak memandang ke kamera. Sedang Ichsan berfoto berdua dengan JK dengan gaya salam punggawa.

Hanya saja, JK tak membentuk tangannya seperti cara Ichsan. Dia hanya tersenyum sambil tangan kanannya memegang Ichsan. Tangan kiri JK dibiarkan menggantung. Rivai juga punya gaya sendiri.

Rivai, Ichsan, dan Agus datang kemarin. Sementara NH dan NA pada Senin malam, 26 Juni. Mereka tiba berlainan waktu namun JK menerima di satu kesempatan dan ruangan.

Tokoh pengusaha M Aksa Mahmud menjadi orang keempat. Pertemuan terbatas ini berlangsung kira-kira 45 menit.

Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah mengatakan pertemuan dengan sejumlah bakal calon gubernur ini menunjukkan JK ingin berada di antara semua bakal calon. Tidak ada yang diperlakukan istimewa.

“Bahkan, Pak Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah itu datangnya berbeda tetapi diterima bersamaan oleh Pak JK,” ungkapnya kepada FAJAR, Selasa, 27 Juni.

Kata Uceng, sapaan akrabnya, tidak ada pembicaraan khusus JK dengan para bakal calon gubernur tersebut. Menurutnya, pertemuan ini hanya silaturahmi bagian Idulfitri.

“Cuma ada beberapa masukan yang perlu dipikirkan untuk Sulsel ke depan,” imbuh mantan wartawan itu.

Kemana dukungan JK dalam Pilgub 2018? Pengamat politik Unhas, Adi Suryadi Culla mengakui bahwa masih sulit menebaknya. Sebab semua kandidat pasti merasa didukung JK.

“Pengaruh (JK) masih sangat besar yah di Sulsel. Karena bisa menjadi tolok ukur di Sulsel apalagi dalam hal pilkada,” kata Adi.

Menurut dia, dalam posisi itulah baik kata-kata maupun sikap JK akan sangat berpengaruh nantinya.

“Akan menjadi salah satu faktor yang menentukan juga terhadap masyarakat pemilih. Karena itu gerak-gerik Pak JK tentu akan diperhatikan oleh publik,” sebutnya.

Menurut dia, kedatangan para kandidat menemui JK sebagai orang nomor dua di Indonesia dan tokoh yang sangat dihormati Sulsel adalah upaya mendapatkan penilaian positif dari masyarakat.

“Ke mana arah Pak JK dalam hal memberikan dukungan. Saya kira itu yang ingin dimunculkan para kandidat. Tetapi kan sejauh ini belum ada sikap dari beliau. Sehingga bisa dimaknai para kandidat sedang dalam petualangan legitimasi politik,” ucap Adi.

Terpisah, NA mengaku kedatangan dirinya di kediaman JK murni silaturahmi, apalagi baru saja Idulfitri.

“Ada beberapa (hal) disinggung soal pilkada tetapi itu secara umum saja,” kata bupati Bantaeng itu.

Sementara, orang dekat Ichsan, Rahman Syah mengaku, JK sempat memberi arahan dan motivasi hadapi Pilgub.

JK mengaku bersyukur Lebaran secara umum berlangsung aman. Dia juga memuji peran sejumlah pihak karena sepanjang Ramadan hingga Lebaran tidak terjadi kenaikan harga dan distribusi barang berjalan lancar.

“Kita bersyukur, Lebaran lancar. Harga-harga terkendali, tidak naik. Dan aman-aman semua,” sebutnya.

Open house, kata pemilik banyak gelar doktor honoris causa, sudah menjadi agenda rutin. Menurutnya, kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga maupun relasi. Juga untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

Saat JK menggelar open house, Jalan Haji Bau ditutup dan arus kendaraan dialihkan ke jalan alternatif.

Ribuan masyarakat umum memang mengantre sejak pagi. Sempat terjadi insiden karena warga berdesak-desakan.

Sejak pukul 06.00 wita ribuan masyarakat Makassar sudah berdatangan dan menanti “tunjangan hari raya” (THR) dari JK.

Dibagikan tanpa amplop. Data yang dihimpun, setidaknya ada 5.000 orang yang menerima THR dari wapres itu.

Bagian belakang rumah pribadi JK dipasangi tenda raksasa untuk menjamu para tetamu.

Open house JK ini juga turut dihadiri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo; Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto; Bupati Maros, M Hatta Rahman, Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu, dan tokoh penting lainnya.

JK dijadwalkan tiga hari di Makassar. Rabu, 28 Juni, dia masih diagendakan menerima sejumlah tamu. Kemudian pukul 16.00 Wita, JK dan rombongan menuju Pangkalan Udara TNI AU untuk bertolak ke Jakarta dengan pesawat kepresidenan. (Fajar/jpnn)