Petaka Saat Idul Fitri, Tiga Remaja Tanggung Tewas Seruduk Bokong Truk

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Suka cita perayaan Hari Raya Idulfitri berubah menjadi petaka. Anisa (17) beserta dua sepupunya yang merupakan kakak beradik yakni Ramadani (15) dan Fitri (13) tewas bersamaan.

Ketiganya terlibat kecelakaan maut di Jalan Gotong Royong, Blok B, Kelurahan Simpang Pasir, Palaran, pukul 11.40 Wita, kemarin (28/6).

Luka parah akibat menabrak bak dump truck biru DD 9510 OV yang parkir di bahu jalan membuat ketiganya tak bertahan. Ramadani meninggal di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepalanya.

Sementara Anisa dan Fitri menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke RSUD AW Sjahranie akibat kehabisan darah.

Peristiwa kecelakaan maut itu sontak membuat warga sekitar geger. Pasalnya Anisa diketahui tinggal tak jauh dari lokasi kejadian yakni di Gang Jambu, RT 14, Kelurahan Handil Bhakti, Palaran.

Sedangkan dua sepupunya merupakan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang datang untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di rumah ibu kandung mereka di kawasan Simpang Pasir.

Kecelakaan maut ini bermula ketika ketiga remaja nahas tersebut berboncengan dalam satu motor, menggunakan Honda Beat merah KT 2554 WA.

Dalam hal ini, Ramadani berperan sebagai pengendara. Sementara Anisa dan Fitri merupakan penumpang. Dari Stadion Utama Kaltim, mereka melaju ke perempatan Jalan Gotong Royong untuk bermaksud pulang ke rumah.

Diduga Ramadani memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga tepat di jalan yang sedikit menikung ke kanan, motor yang mereka gunakan hilang kendali.

Ramadani tak mampu menguasai laju motor yang dikendarainya, sehingga menabrak bak dump truck yang terparkir di bahu jalan. Diketahui, truk tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di pinggir jalan karena rusak sejak beberapa waktu lalu.

“Brak..!!!” benturan keras membuat tubuh Ramadani masuk ke kolong dump truk dan ia pun tewas di tempat kejadian. Sementara Anisa serta Fitri terpental ke belakang. Kondisi mereka kritis dan akhirnya tewas dalam upaya penyelamatan di rumah sakit.

“Sebelum pergi, mereka pamit mau beli buah. Waktu kami menunggu mereka pulang, saya mendengar ada kecelakaan kebetulan tak jauh dari rumah. Kemudian saya datangi dan ternyata korbannya keponakan saya sendiri (Anisa, Ramadani dan Fitri),” tutur Mustofa.

Mengetahui yang menjadi korban adalah ketiga keponakannya, pria 45 tahun itu pun langsung bergegas memberitahu keluarga yang lain serta polisi.

“Saya bingung apa yang mau dilakukan. Saya tunggu sampai polisi dan ambulans datang, baru keluarga yang lain saya minta menyusul ke rumah sakit saja,” ujar Mustofa.

Peristiwa kecelakaan maut itu turut menarik perhatian Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto. Secara langsung perwira berpangkat melati tiga itu langsung turun ke lokasi kejadian. Guna memudahkan penyelidikan, pemasangan garis polisi pun dilakukan sekitar lokasi kecelakaan maut tersebut.

Kanit Lakalantas Polresta Samarinda Ipda Heru Utomo menuturkan, untuk sementara pihaknya akan meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Keterangan warga di tempat kejadian, mereka memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Mereka sama sekali tak ada yang mengenakan helm, sehingga luka di bagian kepala parah,” terang Heru.

Heru menjelaskan, di sekitar dump truck yang ditabrak telah dipasang rambu petunjuk jika kendaraan roda enam itu dalam keadaan rusak.

“Ketika kecelakaan situasi lalu lintas di tempat kejadian sepi. Kami sudah mengumpulkan informasi di TKP serta meminta keterangan para saksi terkait kecelakaan ini,” pungkasnya.

Selama Lebaran hingga beberapa hari setelahnya, sedikitnya terjadi 10 kecelakaan di Samarinda. Bahkan, pada Lebaran hari pertama (26/6) seorang pengendara di Jalan Sejati, Sambutan juga tewas setelah menabrak truk parkir. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...