Biadap, Habis Perkosa Anak Tiri lalu Sogok Pakai Duit

July 1, 2017

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA – Proses penyelidikan kasus persetubuhan yang dilakukan Usman terhadap anak tirinya masih berlangsung. Aparat terus menguak tragedi memilukan bagi korban, RR itu. Dari pemeriksaan sementara, terungkap korban selalu diberi Rp 100 ribu – Rp 200 ribu setiap kali diperkosa ayah tirinya.

”Kita periksa lima saksi. Semuanya memberatkan tersangka. Pengakuan mengejutkan setiap kali gituan, pelaku ngasih uang dan terkadang bujuk rayu dibarengi ancaman,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli melalui Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono, Kamis (29/6).

Pama polri ini menambahkan, perilaku dan persetubuhan itu dilakukan sejak korban masih kelas satu SMP. Uang hasil pemberian pelaku digunakan untuk membayar keperluan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

”Ternyata sejak SMP kelas satu dan uang digunakan untuk sekolah dan jajan, jujur realita ini sangat menyedihkan dan menyakitkan,” kata Ismanto.

Menurut Ismanto, korban masih trauma dan terus menyendiri. Namun, perlahan sudah bisa dimintai keterangan, walaupun belum optimal. RR nantinya akan didampingi psikiater dan pihak terkait lainnya.

Lebih lanjut Ismanto mengatakan, dua bulan terakhir, pelaku pergi dari rumah dan menetap di Jalan Bukit Keminting Palangka Raya, lokasi tempatnya ditangkap. Itu dilakukan Usman karena mengetahui korban hamil dan tak ingin bertanggung jawab.

”Dua bulan terakhir pelaku kabur dari jalan G Obos dan menetap di Jalan Bukit Keminting, karena korban hamil,” ujarnya.

Seperti diberitakan, kasus itu membuat korban trauma dan membuatnya menjadi lebih pendiam. Dia Hanya merenung dan mengurung diri. Gadis yang diperbudak syahwat bejat ayah tirinya sejak belia itu harus menerima keberadaan janin yang tumbuh di rahimnya.

RR harus didampingi ibunya saat berbagi kisah pilunya kepada penyidik kepolisian. Trauma membuat perasaannya tak tentu. Menjadi pelampiasan berahi ayah tirinya sejak 2011 lalu saat masih mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama, betul-betul menyisakan trauma yang dalam.

Tujuh tahun bukanlah masa yang singkat. Apalagi bagi remaja yang dihadapkan dengan persoalan seberat itu. Persoalan yang berujung tumbuhnya benih Usman, ayah tirinya, di rahimnya. (daq/ign)