Mendagri Minta Lawan Teror terhadap Aparat

Sabtu, 1 Juli 2017 - 02:27 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Beberapa waktu lalu teroris melancarkan aksinya dengan menyerang anggota kepolisian di Polda Sumatera Utara. Tak berselang lama ada penyerangan serupa yang dilakukan oleh seorang seorang teroris, dengan menyarang dua anggota Brimob di Masjid Falatehan depan Mabes Polri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, penyerangan kepada aparat kepolisian sudah pada tahap yang memprihatinkan. Oleh sebab itu teror terhadap aparat keamanan harus dilawan.

“Dilawannya teroris tidak hanya oleh aparat kepolisian tapi oleh seluruh masyarakat,” ujar Tjahjo saat dikonfirmasi, Jumat (30/6).

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menambahkan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian harus menungkatkan kewaspadaanya. Caranya dengan meningkatkan berbagai upaya deteksi dini‎. Begitu juga TNI perlu melakukan cara seperti itu.

Selain itu, Tjahjo juga meminta jajaran Kemendagri khusunya Pemda, Pemprov Kabupaten dan Kota untuk meningkatkan koor‎dinasi dengan Forum Komuniasi Pimpinan Daerah (Forkompida) bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat setempat.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga harus mengamankan wilayah di bawah koordinasi kepolisian setempat. Kemudian tingkat RT, RW, dan Kelurahan perlu kembali mengatifkan siskamling.

“Apabila ada gerak-gerik mencurigakan perlu melaporkan ke Polsek atau Koramil setempat,” ungkapnya.

Sekadar informasi, seorang saksi mata bernama Adrian mengatakan pelaku yang berjumlah satu orang itu sempat salat Isya berjamaah di Masjid Falatehan depan Mabes Polri.

Di masjid itu juga ada sejumlah anggota Brimob yang sedang melakukan salat. Kemudian setelah salat pelaku langsung menusuk Brimob dengan menggunakan pisau.

Kemudian anggota Brimob yang lain panik dan keluar mengambil senjata, dan pelaku juga sempat diberikan tembakan peringatan namun tidak dipedulikan. Pelaku tetap berusaha kabur hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. Adapun kedua korban yakni AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar. (cr2/JPG)