Yang Merasa Bukan Warga Sini, Hati-hati akan ada Razia KTP

July 1, 2017

FAJAR.CO.ID, TALISAYAN – Antisipasi masuknya penduduk atau pendatang gelap, Camat Talisayan David Pamuji rencanakan gelar razia Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Maraknya pendatang baru yang biasanya hendak mengadu nasib ke daerah perantauan sebenarnya dikatakan Pamuji merupakan masalah klasik. Namun dalam razia kali ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya unsur-unsur membahayakan yang ikut di dalamnya.

“Ini masalah yang tiap tahun terjadi, khususnya di daerah pedalaman, pinggiran dan pesisir. Tapi, kami akan melakukan pendataan dan razia dengan Polsek Talisayan dan Satpol PP kecamatan,” katanya kepada Berau Post, Kamis (29/6).

Sebelum melakukan razia, pihanya terlebih dahulu akan melakukan himbauan dan memberikan surat edaran ke pemerintah kampung untuk melakukan pendataan dan pengawasan lebih dulu. Karena, para pendatang harus segera melapor kepada ketua Rukun Tetangga (RT) untuk dilaporkan ke Pemerintah Kecamatan.

“Walaupun hanya sekadar berkunjung untuk silaturahmi dengan keluarga, wajib melapor kepada ketua RT setempat. Jadi diketahui kedatangannya. Jika tidak melapor sama aja pengunjung atau pendatang gelap,” paparnya.

Langkah lain yang juga diambil Pamuji yaitu melakukan monitoring di wilayah administrasinya. Jika  ternyata banyak ditemukan pendatang yang tidak melapor meski sudah dilakukan himbauan dan surat edaran, pihaknya akan melakukan razia. Terutama daerah perkampungan eks tranmigrasi.

Namun, untuk memaksimalkan pengawasan terhadap pendatang baru, tidak bisa sepenuhnya dilakukan pemerintah kecamatan maupun stake holder terkait. Melainkan peran serta masyarakat membantu sebagai pelapor jika mengetahui adanya pendatang baru yang mencurigakan.

“Semua kembali lagi ke masyarakat. Karena mereka lebih mengetahui seluk beluk daerah sekitar tempat mereka tinggal,” ucapnya.

Namun pamuji menegaskan, bahwa pihaknya tidak menghalangi pendatang untuk masuk ke wilayah Kecamatan Talisayan. Pihaknya hanya mengingatkan agar para pendatang dapat mematuhi aturan-aturan dibidang administrasi.

“Ini bukan mendiskriminasi atau merasa diintimidasi. Karena ini untuk kepentingan bersama untuk mencegah masuknya tindak kejahatan di daerah tempat tinggal mereka,” pungkasnya.(*/jun/sam)