Jadi Ini Alasan Menkumham Yasonna Laoly Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK

Senin, 3 Juli 2017 - 17:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Mekumham), Yasonna Laoly, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan dirinya dalam korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Yasonna diketahui sebanyak dua kali tidak hadir dalam pemanggilan di KPK dalam kasus e‎-KTP. Yasonna beralasan ketidakhadiran dirinya di KPK bukan karena menghindar. Melainkan adanya urusan yang sangat mendesak.

“Pemanggilan pertama pada saat ada rapat terbatas (ratas) di Istana,” ujar Yasonna usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Senin (3/7).

Kemudian ketidakhadiran kedua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dikarenakan dirinya pergi ke Hongkong, terkait pengurusan aset dari buronan kasus Bank Century Hesham Al Warouq dan Rafat Ali Rizvi.

Lebih lanjut Yasonna juga mengaku sebenarnya pemanggilan di KPK sesuai jadwal adalah tanggal 5 Juli 2017 ini. Namun rupanya dia ingin dipercepat sehingga bisa diperiksa oleh KPK hari ini.

“Saya percepat (tanggal pemeriksaan KPK) dan saya sudah penuhi‎ (panggilan KPK),” katanya.

Selain itu Yasonna H Laoly juga menegaskan, pada saat menjadi nggota Komisi II DPR dirinya tidak pernah menerima uang panas dari korupsi e-KTP sebesar 84.000 dollar Amerika Serikat. “‎Tidak lah (saya terima uang),” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini KPK telah menjerat mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto. Keduanya kini menjelani sidang tahap pembuktian melalui Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam surat dakwaan kepada Irman dan Sugiharto, jaksa KPK menyebut nama Yasonna. Yasonna disebut menerima uang USD 84.000 dari total proyek Rp 6 triliun itu. (jpg/fajar)