Polda Sulsel Tetapkan Kadis Kesehatan Enrekang sebagai Tersangka

Senin, 3 Juli 2017 - 19:34 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Belajen, Kabupaten Enrekang, Sulwesi Selatan, memasuki babak baru.

Senin (3/7/2017), Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menetapkan status Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Enrekang, dr Marwan Ahmad Ganoko, sebagai tersangka. Marwan ditetapkan tersangka bersama Ir Andi M Kilat Karaka (Direktur PT Haka Utama) dan Sandy Dwi Nugraha (Kuasa Direksi PT Haka Utama).

Kepala Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Leonardo Panji Wahyudi, menjelaskan, ketiganya ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara dalam kasus itu.

Tim penyidik sendiri telah memeriksa 21 saksi. Tiga di antaranya merupakan saksi ahli. Mereka berasal dari pihak dinas kesehatan dan kontraktor proyek.

Anggaran dalam proyek itu berasal dari APBD 2015. “Anggarannya Rp4,9 miliar, tetapi karena konstruksi bangunan dasar yang gagal, sehingga kerugiannya juga total loss,” terang AKBP Leonardo Panji Wahyudi kepada FAJAR pada kesempatan berbeda belum lama ini.

Untuk saat ini, pembangunan RS Pratama di Kecamatan Alla itu masih berlanjut. Bahkan, ada kucuran dana Rp50 miliar yang bakal dipakai untuk melanjutkan pembangunannya tahun ini.

Pembangunan RS Pratama Belajen, Kabupaten Enrekang. (Foto: FAJAR)

Beberapa waktu lalu, Bupati Enrekang, Muslimin Bando, telah menggaransi pembangunan RS bertipe C itu bakal selesai secepatnya. “Sekira Rp50 M itu untuk melanjutkan pembangunannya tahun ini. Penuh perjuangan untuk mendapatkan dana sebesar itu. Insyaallah kita akan masukkan lagi Rp5 M,” sebut Muslimin Bando.

Menurut bupati, penyelesaian RS Pratama di kawasan Tanah Duri itu sangat mendesak. Itu lantaran RS berkualitas tipe C di Enrekang baru satu, yakni RSUD Massenrempulu, yang letaknya di ibu kota kabupaten.

“Jaraknya terlalu jauh (dari Kecamatan Alla), jadi lebih bagus kalau ada tipe C yang lain. Saya juga masih berusaha cari-cari anggaran perubahan di pusat biar cepat selesai,” imbuh Muslimin Bando. (eds-mam/fajar)