JPU Hadirkan La Bakry dan Agus Feisal di Sidang Bupati Buton

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dalam persidangan sebelumnya 19 Juni 2017, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menghadirkan saksi dari internal MK dalam sidang kasus dugaan suap Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Mereka diantaranya, Hamdan Zoelva (mantan Hakim MK), Saiful Anwar (panitera pengganti MK), Kasianur Sidauruk (panitera MK) dan Ina Zuchriyah (panitera pengganti MK). Seharusnya Akil Mochtar juga turut memberikan kesaksian, namun dengan alasan kesehatan, Akil Batal hadir sehingga masih akan diagendakan kembali untuk menghadirkan Akil Mochtar.

Untuk sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, JPU akan menghadirkan Plt Bupati Buton La Bakry dan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat, Yaudu Salam Adjo, La Uku, Dani, Abdul Hasan Mbou dan Ketua KPUD Buton La Rusuli.  Selain La Rusuli, kelima saksi tersebut merupakan peserta Pilkada Buton periode 2011-2016 yang saat itu melayangkan gugatan ke MK.

“Untuk saksi tanggal 5 nanti yang dihadirkan adalah peserta Pilkada yang hanya mengajukan keberatan ke MK,” kata Saleh selaku penasihat hukum Umar Samiun kepada Fajar.co.id.

Agenda persidangan terkait dengan proses Pilkada Buton seputar jalannya persidangan sengketa Pilkada di MK. Dikatakan, saksi untuk peserta Pilkada besar kemungkinan sudah cukup diambil dari kesaksian para saksi yang akan bersaksi di tanggal 5 nanti.

“Agendanya nanti seputar pilkadanya dan persidangan di MK. Saya kira kesaksian dari peserta Pilkada sudah cukup. Untuk saksi berikutnya saya belum tahu,” tambahnya.

Untuk menghadapi persidangan nantinya Saleh mengaku tidak ada persiapan khusus. Alasannya, proses persidangan nanti masih berjalan normatif. “Agendanya kan seputar persidangan di MK dan proses Pilkada. Dan saya rasa selama proses itu (pilkada dan persidangan di MK, red) berjalan normal dan tidak ada masalah. Itu sudah jelas dalam kesaksian dari Hamdan Zoelva pada saat sidang kedua yang lalu. Jadi, kalau sidang tanggal 5 nanti masih normatif saja,” tukasnya. (Hrm/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...