Ada Bendera ISIS di Kantor Polisi, Ini Perintah Kapolri

Rabu, 5 Juli 2017 - 12:16 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bendera mirip dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditemukan di depan pagar Polsek Kebayoran Lama pada Selasa (4/7) pagi. Hal itu pun langsung membuat heboh masyarakat dan jagat pemberitaan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat dan aparat kepolisian tidak perlu takut. Pasalnya adanya kepanikan dan ketakutan masyarakat itu yang sangat diinginkan oleh pelaku teror.

“Karena yang diperlukan teroris adalah dampaknya, kalau semua panik jadi senang dia (teroris),” ujar Tito saat melepas Presiden Joko Wododo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Turki di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/7).

Dengan adanya kasus itu, Tito juga telah memerintahkan ke bagian Humas Polri apabila kejadian tersebut terulang lagi, maka tidak perlu diumbar ke media. Sebab teroris sangat membutuhkan media setelah melancarkan aksinya. Teroris ingin melihat dampak kepanikan, ketakutan dari polisi dan juga masyarakat.

Oleh sebab itu, solusinya ke depan tidak perlu dibesar-besarkan, bisa saja itu ulah orang iseng. Karena kepolisian beberapa kali menemukan ancaman teror dilakukan hanya sebatas iseng saja.

“Kalau ada seperti itu sebaiknya diamankan tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi sebaiknya diselidiki siapa yang menaruh di situ,” katanya. “Jadi jangan berpikir dahulu ini serangan teror. Belum tentu bisa jadi dari pihak ketiga yang suka kalau rame-rame (membuat gaduh suasana),” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Kompol Alam Nur mengatakan, bendera tersebut diduga dipasang oleh seorang pengendara motor. Bendera itu pertama kali ditemukan pada saat beberapa anggota polisi sekitar pukul 05.30 WIB.

Bendera berwarna hitam yang diduga ISIS itu diketahui berukuruan 100×50 centimeter, dan terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran lama‎. Selain itu polisi juga menemukan pesan bernada ancaman pada secarik kertas karton berwarna kuning. (Fajar/JPG)