Datang di Buton, Ternyata Akil Bertemu Sjafei Kahar

Rabu, 5 Juli 2017 - 22:03 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, Rabu (5/7). Sidang yang dimulai pukul 15.00 WIB sampai 19.45 WIB itu beragendakan mendengarkan keterangan para saksi dari KPUD Buton dan peserta Pilkada yang melayangkan gugatan ke MK pada tahun 2011.

Saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan ketiga ini sebanyak tujuh orang saksi. Mereka diantaranya, Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat, Plt Bupati Buton, La Bakry, anggota DPRD  Sultra, Yaudu Salam Ajo, La Uku, Dani, Abdul Hasan Mbou dan Komisioner KPUD Buton, La Rusuli. Ketujuh saksi tersebut hadir untuk memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Ibnu Basuki Widodo.

Proses persidangan kali ini lebih membahas pada proses pelaksanaan pilkada tahun 2011 dan proses pemungutan suara ulang (PSU) tahun 2012, mulai dari proses verifikasi sampai pada proses penetapan pasangan calon yang lolos dalam Pilkada Buton. Selain itu, sempat juga membahas tentang proses persidangan yang berlangsung di MK.

Yang menarik dari persidangan kali ini adalah keterangan dari Agus Feisal Hidayat. Jika sebelumnya yang digembor-gemborkan bahwa Umar Samiun melakukan pertemuan dengan Akil Mochtar di Buton, ternyata fakta persidangan berkata lain. Justru Sjafei Kahar lah yang bertemu Akil Mochtar saat pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) 2012 silam. Bahkan, keterangan tersebut dikatakan langsung oleh Agus Feisal Hidayat saat ditanya Saleh selaku penasehat hukum Umar Samiun.

“Saat itu Akil sedang membeli jagung di pinggir jalan di Kecamatan Pasarwajo. Sebenarnya bukan pertemuan tapi kebetulan beliau (Akil, red) singgah beli jagung dan disitu ada ayah saya (Sjafei Kahar, red). Kemudian ayah saya menceritakan kepada saya bahwa ada Akil di Pasarwajo,” jelas Agus Feisal dihadapan majelis hakim menjawab pertanyaan Saleh.

Selama jalannya persidangan, Agus Feisal beberapakali tampak kebingungan menjawab pertanyaan dari penasehat hukum Umar Samiun bahkan ada beberapa pertanyaan yang dijawab tidak sesuai dengan BAP dari hasil penyelidikan penyidikan KPK. Akhirnya, setidaknya ada tiga keterangan yang dicabut, baik keterangan Agus maupun keterangan Yaudu.

Keterangan Agus Feisal dan Yaudu yang dicabut dalam persidangan diantaranya mengenai tudingan bahwa La Uku-Dani bersahabat dengan Umar Samiun dalam persidangan. Selain itu pernyataan Agus Feisal mengenai kuasa hukum La Uku-Dani adalah juga pengacara Umar Samiun.

“Ada beberapa keterangan yang dicabut dalam persidangan. Dan saksi Yaudu juga mengaku khilaf dengan keterangannya di BAP tersebut. Fakta lain juga yang terungkap ternyata yang bertemu Akil Mochtar di Buton itu bukan Umar Samiun, tapi bapaknya Agus Feisal yang tak lain adalah Sjafei Kahar. Dan itu sudah di akui oleh Agus Feisal sendiri,” tegas Saleh.

Sementara itu, para saksi saat ditanya hakim kompak menjawab tidak tahu terkait dengan adanya permintaan sejumlah uang oleh Akil Mochtar terhadap Umar Samiun. “Saya tidak tahu soal permintaan uang pak,” kata ketujuh saksi saat ditanya satu per satu oleh majelis hakim.

Sidang lanjutan diundang hingga Jum’at (21/7) pukul 09.00 WIB. Sidang lanjutan nanti masih tetap beragendakan pemeriksaan saksi-saksi. Namun, masih belum dipastikan siapa saja saksi yang akan dihadirkan oleh JPU KPK.

“Karena saya lagi cuti dan sidang eksaminasi hakim tinggi maka sidang ditunda Jumat (21/7). Siapa tahu nanti saya bertugas di tempat bapak-bapak,” tutup Hakim Ibnu Basuki Widodo. (Hrm/Fajar)