Didampingi Kuasa Hukum, Nur Alam Penuhi Panggilan KPK

Rabu, 5 Juli 2017 - 13:32 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nur Alam dating didampingi kuasa hukumnya, Ahmad Rifai, Rabu (5/7) sekira pukul 13.00 WIB.

Setibanya di Gedung KPK, Nur Alam yang mengenakan kemeja batik langsung dicecar pertanyaan oleh awak media yang bertugas di KPK. Namun, tak satupun pertanyaan wartawan yang dijawab oleh Nur Alam. Sampai didalam gedung, Nur Alam langsung mengisi administrasi di lobi gedung KPK.

“Kita hanya datang memberikan keterangan sebagai saksi,” kata Ahmad Rifai kepada awak media yang menunggu didepan pintu masuk gedung KPK.

Sekedar diketahui, pemeriksaan kali ini merupakan pemeriksaan kedua terhadap Nur Alam setelah menyandang status sebagai tersangka. Nur Alam sebelumnya juga telah melayangkan gugatan praperadilan melawan KPK atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun, Nur Alam kalah dalam gugatan tersebut.

Sebelumnya, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di rumah pribadi dan Jakarta serta kantor Nur Alam di Kendari. Banyak dokumen yang terkait dengan kasus tersebut pun sudah disita oleh KPK. Puluhan saksi juga sudah dimintai keterangan, baik dari pihak perusahaan maupun PNS yang diduga mengetahui kasus itu.

Nur Alam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) dan PT Billy Indonesia. Berdasarkan hasil pengembangan kasus tersebut, Nur Alam pun diduga menerima aliran dana sebesar US$ 4,5 juta dari Richorp International Richorp International yang merupakan rekan bisnis dari PT AHB dan PT Billy. (Hrm/Fajar)