Nur Alam Kembali Dipanggil KPK, Langsung Ditahan?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam kembali dijadwalkan menghadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (5/7). Nur Alam bakal menjalani pemeriksaan untuk kedua kalinya setelah berstatus tersangka.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha kepada Fajar.co.id. Dikatakan, Nur Alam nantinya akan dimintai keterangannya sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) penyalahgunaan kewenangan dalam persetujuan dan penerbitan IUP di wilayah Kabupaten Buton dan Kabupaten Bombana tahun 2008-2014.

“Iya benar (hari ini ada jadwal pemeriksaan terhadap Gubernur Sultra Nur Alam, red),” kata Priharsa.

Terakhir Nur Alam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin 24 Oktober 2016. Saat itu, Nur Alam menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) dan PT Billy Indonesia. Berdasarkan hasil pengembangan kasus tersebut, Nur Alam pun diduga menerima aliran dana sebesar US$ 4,5 juta dari Richorp International Richorp International yang merupakan rekan bisnis dari PT AHB dan PT Billy. Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sembilan jam, Nur Alam pun lolos dari penahanan penyidik KPK.

Saat disinggung apakah pemeriksaan kali ini langsung dilakukan penahanan terhadap Nur Alam, Priharsa belum bisa memastikan hal itu. Menurutnya, itu merupakan kewenangan dari penyidik KPK. “Nanti dicek dulu yah,” singkatnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...