Ini yang Dilakukan Pemerintah untuk Cicil Utang

Kamis, 6 Juli 2017 - 19:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah memutuskan melebarkan defisit anggaran dari 2,41 persen menjadi 2,67 persen dari total APBNP 2017. Pelebaran defisit disebabkan adanya tambahan belanja Rp 10 triliun di sejumlah kementerian/lembaga negara.

Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, sejumlah pos pengeluaran yang membengkak tahun ini, di antaranya, dana program sertifikasi tanah, persiapan pilkada serentak, pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur, serta tambahan pembiayaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Pelebaran defisit juga merupakan dampak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penyusunan kembali rencana penyesuaian harga elpiji 3 kilogram.

Sepanjang semester I, kata Sri Mulyani, ada kenaikan subsidi yang seharusnya dibayarkan pemerintah. Hanya, selisih harga jual dengan harga keekonomian dibayarkan dulu oleh Pertamina. ”Perbedaan subsidi di APBN dan yang ditanggung Pertamina akan dibayar Pertamina dulu,” ujarnya.

Selama ini sejumlah instansi terpaksa berutang kepada Pertamina atas jatah BBM. Misalnya, TNI. Karena itu, pemerintah juga berupaya melunasi tanggungan utang BBM oleh instansi tersebut kepada Pertamina senilai Rp 40 triliun.

Meski demikian, Sri Mulyani menekankan bahwa pihaknya tetap menjaga angka defisit tidak melebihi 3 persen dari total APBN. Hitungan target defisit itu juga telah mempertimbangkan kemungkinan realisasi belanja K/L di kisaran 95 persen.

”Ini sama seperti yang tren selama ini. Dengan demikian, kita akan tetap optimistis menjaga defisit pada kisaran 2,67 persen,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Scenaider Siahaan menuturkan, pelebaran defisit mungkin ditutup dari penerbitan surat utang baru. Meski demikian, hingga kemarin belum ada instruksi dari menteri keuangan untuk menambah utang.

”Kalau nambah defisit, ya gross (penerbitan surat utang baru) nambah. Biasanya, kalau ada tambahan, kita sudah sounding,” jelasnya. (Fajar/JPG)