Presiden yang Lalu-lalu dan Sekarang Sama Saja

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lawatan Joko Widodo ke Turki dan Jerman disorot, karena baru kali ini presiden membawa cucu dan menantu dalam kunjungan kerja ke luar negeri.

Presiden memulai lawatannya ke luar negeri, kemarin (5/7/2017) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Hamburg, Jerman.

Sebelum tiba di Hamburg, Jokowi akan mampir dulu ke Turki untuk bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dalam lawatannya kali ini, Jokowi tak hanya didampingi Ibu Iriana. Tiga anaknya, cucu, dan menantunya diajak juga. Baru kali ini, Jokowi keluar negeri membawa seluruh keluarganya.

Jokowi terlihat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 7.15 WIB, didampingi Ibu Iriana yang mengenakan kebaya merah. Jokowi tampil dalam balutan jas hitam berdasi merah.

Ikut serta mendampingi Jokowi dalam perjalanan empat hari ini, antara lain Seskab, Pramono Anung, dan Kepala BKPM, Thomas Lembong.

Jokowi dan rombongan terbang setelah dilepas oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan istri, Mufidah Kalla.

Selain anak buah Jokowi, ketiga anak Jokowi, menantu, dan cucu pun ikut terlihat dalam rombongan yang masuk ke pesawat kepresidenan.

Pertama terlihat adalah Gibran Rakabuming Raka yang didampingi istrinya, Selvi Ananda, yang terlihat menggendong anaknya, Jan Ethes. Di belakangnya menyusul Kaesang Pangarep yang menjinjing tas ransel. sementara tangan lainnya memeluk kamera. Tak jauh dari sana Kahiyang Ayu pun membuntuti.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa rombongan bertolak sekitar pukul 7.20 pagi. Diketahui kemudian, Jokowi singgah di Aceh untuk untuk memberikan ucapan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Sebelum ke Jerman, rombongan direncakanakan mampir ke Turki untuk menemui Presiden Erdogan. Kunjungan ke Turki merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta dua tahun silam.

Dari Turki, rombongan lanjut ke Hamburg untuk menghadiri KTT G-20 pada 7-8 Juli 2017. Presiden direncanakan kembali ke Tanah Air pada Minggu, 9 Juli 2017.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, dalam pertemuan G-20, Jokowi akan menjadi salah satu pembicara utama dalam tema ancaman terorisme. Jokowi akan menyampaikan agar G20 dapat menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global, utamanya dalam menghadapi ancaman terorisme.

Yang tak biasa dalam lawatan keluar negeri kali ini adalah kehadiran keluarga Jokowi lengkap dalam rombongan.

Biasanya, Jokowi hanya didampingi Ibu Iriana. Beberapa kali memang Jokowi sempat membawa serta dua anaknya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep, dalam kunjungan kerja ke luar negeri.

Pada akhir 2015 misalnya, Jokowi mengajak Kaesang dan Kahiyang saat melawat ke Australia, China, dan Myanmar. Begitu juga saat melawat Jepang pertengahan tahun lalu.

Kali ini rombongan presiden lebih ramai, karena cucu dan menantu Jokowi juga ikut. Karena itu pula, keikutsertaan keluarga Jokowi mengundang banyak kritik.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, kemudian menyampaikan bahwa saat ini sudah ada aturan yang memperkenankan presiden membawa keluarganya dalam kunjungan kerja ke luar negeri. Bahkan, sudah ada Peraturan Mensesneg No. 8/2007 tentang Standar Pelayanan Seketariat Negara Republik Indonesia, yang di dalamnya terdapat ketentuan standar pelayanan pengkoordinasian pengamanan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya ke luar negeri.

“Itu ada aturannya begitu, saya kira memang seperti itu,” kata Pratikno akhir 2015.

Saat itu, Pratikno pun menyebut pemerintah telah melakukan efisiensi dengan merampingkan jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan kerja Presiden. Misalnya, Presiden hanya membawa menteri yang terkait langsung dengan tujuan dari kunjungan kerja tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyampaikan bahwa saat ini memang waktu yang tepat bagi Jokowi untuk menikmati posisinya sebagai presiden. Sebab, dua tahun ke belakang, Jokowi banyak menghabiskan waktu untuk melakukan penyesuaian dan konsolidasi.

“Sementara tahun depan sudah mulai tahap persiapan menuju kompetisi,” kata Hendri, kepada Rakyat Merdeka (FAJAR Group), tadi malam (5/7/2017).

Hanya saja, Hendri mewanti-wanti. Meski tidak ada larangan membawa keluarga, Jokowi harus hati-hati karena bukan citra seperti itu yang diharapkan dari pendukungnya.

“Jokowi seharusnya konsisten dengan citra berbeda dengan presiden lainnya. Memanfaatkan fasilitas maksimal seperti presiden yang lain hanya membuat Jokowi terjebak dalam kerangka presiden yang ‘sama aja’,” tuntasnya. (rmol/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar