Cerita Pilu Keluarga Korban Kapal Tenggelam di Pangkep

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Ada istri muda yang masih menunggu pulang suami tercinta, ada pula suami yang harus rela kehilangan istri dan dua anak tersayang.

Begitu dalam kepedihan yang dirasakan keluarga korban kapal tenggelam di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Kapal ambulan yang digunakan mengantar rombongan pengantin itu terbalik, lalu tenggelam di Perairan Pulau Samatellu, Desa Mattiro Walie, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, Rabu kemarin (5/7/2017).

Keluarga Abdul Rahman, warga Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, salah satu yang merasakan kepedihan itu. Abdul Rahman adalah anak dari pasangan Hasan Dg Rewa dengan Hadina Dg Asseng yang turut menjadi korban insiden nahas tersebut.

Rahman hingga kini belum ditemukan. Istrinya, Yulsanti (34), yang bekerja sebagai bidan di Pustu Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, berharap sang suami segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Keluarga korban memperlihatkan foto Abdul Rahman. (FOTO: SAKINAH/FAJAR)

Yulsanti sangat ingin suami tercinta segera pulang, karena ia sedang menanti kelahiran anak pertama. Kandungannya kini berusia delapan bulan.

Kepedihan juga dirasakan Amirullah. Berhasil selamat dari insiden memilukan tersebut, namun Amirullah harus rela kehilangan istrinya, Ramlah, dan dua anaknya, Muliansar (19) dan Mulyanti (24).

Keberadaan Muliansar, anak Amirullah, sama seperti Rahman, suami Yulsanti, yang hingga kini belum ditemukan. Sedangkan jasad Mulyanti dan ibunya sudah di makamkan di Pangkajene.

Mulyanti menjadi korban kapal pengantar pengantin yang tenggelam.(Foto: IST)

17 orang dilaporkan selamat dari peristiwa ini, sedang enam lainnya tewas. Tim SAR gabungan masih mencari empat korban yang hilang.

“Kita akan terus berusaha secepat mungkin untuk menemukan korban,” kata Kasi Operasi Basarnas Sulselbar, Kusnadi.

Adapun tim yang terjun melakukan pencarian, masing-masing dari Basarnas, SAR UNM BPBD Pangkep, SAR ANTARIKSA, SAR UNIBOS, Syahbandar Labakkang, KPA Pekar DAMKAR Pangkep, Polres, Polair, TIM DVI Sulsel, Tagana, KPDIM 1421, SAR Pinrang, KRI Birang AL, dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulsel. (mg18-afriansyah/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar