Disebut Arogan, Joice Warouw Mencoreng Bintang di Pundak Suaminya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MANADO-Tindakan arogan dipertunjukan oleh salah satu penumpang terhadap petugas wanita aviation security (Avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, kemarin. (6/7).

Petugas tersebut ditampar seorang wanita yang disebut-sebut berstatus sebagai istri seorang jenderal polisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui pelaku penamparan terhadap petugas keamanan bandara di Manado bernama Joice Warouw, yang merupakan istri perwira tinggi Polri yang yang bertugas di Lemhannas.

“Iya itu betul (istri) Brigjen Johan Sumampouw. Dia tugas di Lemhannas” kata Setyo kepada wartawan, seperti dimuat Rmol.co (Jawapos Grup).

Aksi kekerasan ini menjadi heboh lantaran direkam seseorang dan diposting ke media sosial dan langsung menjadi viral.

Video berdurasi 12 detik itu menampilkan adegan seorang perempuan berbaju hitam dengan kacamata hitam terlihat memarahi seorang petugas perempuan. Anak pelaku, yang masih remaja mencoba melerai dengan memeluk ibunya, namun wanita itu tidak bisa menahan emosinya dan menampar petugas. Petugas itu lalu berteriak akan melaporkan kejadian itu.

Rupanya tindak Joice Warouw terhadap petugas wanita tersebut hanya dipicu persoalan jam tangan.

“Saya telepon Polsek Manado, beliau, Joice Warouw mau masuk pemeriksaan, kemudian ada jam tangan suruh masukan ke X-ray. Tapi mungkin merasa menegurnya kurang enak, ditanggapinya lalu cekcok mulut, ditampar pipinya sesuai video itu,” jelas Setyo.

 

Sementara Humas PT Angkasa Pura I Manado, Yuristo Hanggoro menjelaskan, wanita yang menampar petugas bandara tersebut adalah calon penumpang penerbangan Batik Air nomor penerbangan id 6275 pukul 07.45 WITA.

Cek-cok terjadi ketika wanita ini hendak diperiksa di Screening Check Point 2, ternyata masih ada logam atau metal yang digunakan oleh wanita tersebut. Barang tersebut adalah jam tangan.

“Memang awalnya si ibu menolak dan sesuai prosedur personel, petugas meminta ulang untuk melepas jam tangan. Kemudian terjadi debat, sebelum akhirnya terjadi aksi penamparan,” kata Yuristo.

“Tapi, sesuai prosedur, penumpang itu kemudian kami bawa ke Polsek Bandara untuk diproses sebagaimana mestinya,” imbuh Yuristo.

Sejurus kemudian kedua wanita ini dibawa ke Polsek Bandara untuk diperiksa. Setelah itu kemudian diterbangkan ke Jakarta dengan penerbangan berikutnya pukul 10.00 WITA.

Menhub Budi Karya melalui akun Twitter miliknya langsung bereaksi atas peristiwa ini. Dia ikut menyesalkan peristiwa penamparan itu.

“Menyayangkan sikap arogansi kepada petugas aviation security di Bandara Sam Ratulangi Manado,” cuitnya, di akun @BudiKaryaS. Dia berharap masalah ini bisa diselesaikan melalui proses hukum.

Warganet tentu saja bereaksi keras atas peristiwa ini. Sebagian besar protes atas arogansi yang dilakukan terhadap petugas bandara.

“Joice Warouw (istri Brigjen Sumampouw) ditegur karena menolak membuka arloji di XRay, berlaku arogan dengan menampar Avsec yang sedang berdinas,” cuit @kawanuaDKI sembari memposting foto paspor dan tiket maskapai Wings Air.

Akun @mrs_santosoedy menyebut, kekerasan adalah tindakan arogan yang pantas dilakukan keluarga pejabat. “Itu mamak-mamak yang tampar petugas avsec di bandara katanya istri pejabat tapi kok #Ndeso yaaak.. Kesel boleh tapi gausah kasar juga kelles,” cuitnya.

“Baru dua petugas yang diberitakan, sebenarnya sudah berapakah petugas bandara kena gampar ibu tersebut sejak suaminya menjadi pejabat?” kicau @radikalem.

Akun @saktihapsoro menulis, ini tindakan arogan mencoreng nama baik suami. “Waduh, ada istri jenderal nampar petugas bandara. Ini sih namanya mencoreng bintang di pundak suami..” cuitnya. (Rml/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar