Lapor Pungli, Puluhan Warga Datangi Rumah Bupati Pangkep

0 Komentar

FAJAR.CO.ID-Puluhan warga Kampung Toli-toli, Kelurahan Tekolabua, Kecamatan Pangkajene, mendatangi rumah jabatan (Rujab) Bupati Pangkep, pada Jumat 7 Juli, malam .

Sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan dan petambak. Mereka datang melaporkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dalam penyaluran bantuan bagi kelompok nelayan di wilayah pesisir tersebut. Dari pengakuan warga, guna menerima bantuan pemerintah mereka diminta untuk menyetorkan sejumlah besar dana guna mendapatkan bantuan yang diharapkan.

Salah seorang korban, Ami mengakui, sejak tahun 2016 dirinya bersama 10 orang temannya dijanjikan mendapatkan bantuan berupa keramba dan bibit ikan. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum ada dan tersalurkan.

“Kita dimintai uang oleh seorang yang merupakan oknum pegawai dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pangkep. Saya bayar Rp 275 ribu begitupun dengan teman-teman lainnya, katanya agar kelompok kami berbadan hukum,” ujarnya.

Senada diungkapkan warga lainnya, jika pungli dari sejumlah oknum bukan hanya terjadi di daerahnya. Bahkan sesama nelayan sering bertukar informasi jika untuk menerima bantuan diharuskan membayar.

“Ada teman saya di pulau, untuk mendapatkan bantuan jolloro dan mesin katinting harus bayar Rp 10 juta. Itu juga dilakukan oleh oknum DKP,” katanya.

Selain itu, penyaluran bantuan bagi nelayan tambak juga tidak tepat sasaran, bahkan terkesan penerima hanya itu-itu saja.Ditambahkannya, untuk bantuan alat keramba itu sudah ada diwilayahnya, tapi tak disalurkan dan hanya disimpan disalah satu rumah warga.”Datang maki liatkie ada jie itu barang dikolong rumah warga,”imbuhnya.

Lurah Tekolabua, Irwandi mengakuo terkait pengaduan warganya juga telah diterimanya sejak dua hari lalu. Namun, pihaknya belum menindaklanjutinya.”Saya belum terlalu memahami kondisi warga dan juga persoalan yang dialaminya,”singkatnya.

Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid SE yang menerima langsung aduan warganya mengarahkan agar persoalan ini ditindaklanjuti dengan pelaporan resmi ke pihak kepolisian dan kejaksaan. Sedangkan terkait adanya oknum ASN yang terlibat akan segera ditindaklanjutinya dengan pemberian sanksi tegas.

“Saya minta agar warga masyarakat lainnya yang selama ini merasa membayar dalam penerimaan bantuan agar melaporkannya. Akan saya berikan hadiah bagi mereka yang melaporkan adanya pungli dan menjadi korban dalam penerimaan bantuan dari pemerintah disemua organisasi perangkat daerah yang menyalurkan,” tegasnya. (hary)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...