Yuk…Liburan Seru Bareng Orang Utan di BOS Samboja, Kaltim

Jumat, 7 Juli 2017 - 16:35 WIB
Orang Utan di Borneo Orangutan Survival ( BOS ) Samboja, Kalimantan Timur. Foto: IDRIS PRASETIAWAN
Orang Utan di Borneo Orangutan Survival ( BOS ) Samboja, Kalimantan Timur. Foto: IDRIS PRASETIAWAN

FAJAR.CO.ID, SAMBOJA – Jika Anda sedang berada di Kalimantan Timur dan merencanakan untuk liburan jangan lupa untuk mampir ke Borneo Orangutan Survival ( BOS ) Samboja. Disini, selain pengunjung akan langsung berinteraksi dengan hewan khas Kalimantan, yakni Orang Utan.

BOS Samboja selain tempat perlindungan Orang Utan, juga rumah bagi Beruang Madu yang sudah langka.

Fajar.co.id dalam liburan lebaran 1438H beberapa waktu lalu menyempatkan melihat kondisi tempat perlindungan Orang Utan dan Beruang Madu ini. Untuk menuju kesana juga tidak cukup sulit, berjarak 40 kilometer dari Kota Balikpapan, tepatnya di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebelum melihat kedua hewan tersebut, Saya harus melakukan reservasi ke pengelola BOS Samboja. Ada baiknya dilakukan 2 atau 3 hari sebelum kedatangan, baik melalui via telephone atau surat elektronik (email) ke pengelola BOS Samboja.

BOS Samboja merupakan salah satu tempat perlindungan dan rehabilitasi bagi Orang Utan di Kalimantan. Dan menjadi yang terbesar di dunia karena saat ini sebanyak 172 Orang Utan menjadi penghuni konservasi tersebut. Demikian dikatakan Suardi, Staf Komunikasi BOS Samboja Kaltim kepada Fajar.co.id dikantornya.

Ardi, sapaan akrabnya bercerita kalau tempat rehabilitasi dan konservasi Orang Utan di Samboja ini memiliki luas 1.800 hektare. Namun, masalah sengketa lahan pun menjadi persoalan utama yang dihadapi. Pasalnya, banyak kelompok masyarakat sekitar yang merasa memiliki lahan tersebut. Padahal nyatanya lahan tersebut milik BOS Samboja yang sudah dibelinya dari masyarakat.

“Bukti pembelian lahan masih ada kok. Dulu dilahan ini hanya ada rumput ilalang. Oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival membelinya dari masyarakat. Lalu ditanamilah pohon-pohon sehingga nampak seperti hutan alami. Setelah melihat lahannya subur dan hijau, sejumlah kelompok masyarakat pun mengklaim lahan tersebut. Terakhir pertemuan dengan pihak Kecamatan Samboja dan disepakati dibentuk tim khusus meninjau lahan apakah milik BOS atau masyarakat,” ungkapnya.

Di Borneo Orangutan Survival ini, lanjut Ardi, Orang Utan yang direhabilitasi didapat dari berbagai macam perlakuan. “Ada yang dari tempat sirkus, jadi hewanpeliharaan, bahkan sampai ada yang luka-luka akibat diburu,” tuturnya.

Seperti diketahui jika habitat Orang Utan di Kalimantan setiap hari semakin berkurang. Banyak hutan yang dikonversi menjadi perkebunan sawit dan tambang.

Di BOS Samboja ini Orang Utan yang telah melewati sejumlah proses pembelajaran seperti bisa membuat sarang, mencari makan, akan dilepas kembali ke habitat aslinya yakni di hutan. “Kami melepasnya dihutan daerah Kutai Timur yang lahannya Kami sewa dari pemda dengan luas 80 hekatre untuk jangka waktu tertentu. Disana hutan aslinya masih luas jadi memungkinkan Orang Utan hidup disana,” jelasnya.

Di kawasan konsevasi Orang Utan dan Beruang Madu Kalimantan ini, pengunjung jika lelah dapat beristirahat di penginapan yang disediakan pengelola Samboja Lodge. Bernuansa hotel mewah ditengah hutan, akan memberikan pengalaman yang tidak akan dilupakan.

Dari penginapan inipun pengunjung akan melihat keindahan hutan dari atas ketinggian serta yang terpenting secara tidak langsung memberikan donasi bagi kelangsungan rehabilitasi dan perlindungan Orang Utan dan Beruang Madu. (idr/Fajar)