Kisah Ibu Cantik Bandar Arisan yang Mendadak punya Mobil dan Banyak Emas

0 Komentar

Siti Raihanah alias Iray menjadi buah bibir warga Banua beberapa hari terakhir. Dia dituding telah membawa lari uang senilai miliaran rupiah dalam arisan online yang digagasnya. Siapakah Iray dan bagaimana hidupnya?

—————————————–

SUTRISNO, Martapura

—————————————–

Hani, salah seorang reseller arisan yang mengaku berteman dengan Iray sejak tiga tahun yang lalu mengungkapkan, kehidupan Iray selama ini biasa-biasa saja. Dalam berpenampilan pun tak pernah berlebihan. “Dia juga baik dengan teman, walaupun akhirnya telah menipu kami,” katanya.

Sebelum jadi bandar arisan dalam satu tahun belakangan ini, Iray memang selalu membantu suaminya dalam mencari nafkah. Ibu dua anak tersebut pernah membuka kedai menggunakan gerobak, serta menjadi reseller baju. “Baju yang dia jual dari saya, lumayan lama dia jadi reseller saya,” ujar Hani.

Dia mengungkapkan, ada satu kesukaan yang selama ini dia lihat dari sosok Iray. Yaitu gemar menggunakan perhiasan emas secara berlebihan, jika berpergian. “Dari dulu dia suka sekali memakai emas,” ungkapnya.

Apalagi sejak menjadi bandar arisan, emas yang dipakainya semakin banyak. Namun, dalam berdandan tetap biasa-biasa saja. “Sekarang terakhir saya lihat, emasnya banyak dan besar-besar. Mulai dari kalung, hingga gelang di tangan kanan dan kirinya,” kata Hani.

Selain banyak memiliki emas, dia mengungkapkan, sekarang Iray juga telah memiliki mobil. Namun, belum diketahui mobil tersebut dibeli secara kredit atau kontan. “Dia mengaku belinya kontan, tapi waktu kami datang ke rumahnya ada lihat kwitansi pembayaran kredit mobil,” ungkapnya.

Secara terpisah, Holwan sepupu suami Iray membenarkan jika selama ini kehidupan Iray tak pernah berlebihan. Hanya saja, saat menjadi bandar arisan mulai gemar membeli barang berharga. “Dia ‘kan dari orang sederhana, saat dinikahi Edo sepupu saya Iray tak memiliki apa-apa,” katanya.

Dia menjelaskan, karena Edo selama ini tinggal bersama pamannya maka usai menikah Iray pun diajak tinggal bersama. “Mereka menikah muda, umur Iray sekarang saja baru 22 tahun. Sementara anaknya sudah dua,” jelasnya.

Anak pertama Iray sekarang telah berumur lima tahun, sedangkan anak keduanya baru dia lahirkan tiga bulan yang lalu. “Rumah dia dulu di Murung, dekat Masjid Al-Karomah. Saya tidak tahu keluarganya masih ada atau tidak. Yang jelas gara-gara dia, sekarang rumah paman banyak didatangi orang,” ujar Holwan.

Dia merasa kasihan dengan pamannya, karena di usianya yang lanjut saat ini telah menderita stroke. Badan sebelah kirinya tak bisa digerakan. “Mata beliau juga tak bisa lagi melihat dengan jelas, jadi untuk sementara saya yang menjaganya. Karena Edo dan Iray sudah tidak ada,” pungkasnya. (ris/ay/ran)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar