Tito Ingin Masuk Kabinet? Ini Kata Jusuf Kalla…

Rabu, 12 Juli 2017 - 13:45 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Isu perombakan kabinet kali ini gencar dikaitkan dengan niat Tito Karnavian yang ingin pensiun dini sebagai Kapolri.

Selain itu, isu reshuffle kabinet juga menyangkut nama beberapa menteri yang dikabarkan bakal dicopot lantaran kinerjanya dinilai tak memuaskan.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menyerahkan nilai-nilai Kementerian/Lembaga kepada Presiden, Joko Widodo maupun Wapres, Jusuf Kalla.

Kepada awak media, JK mengatakan bahwa hasil evaluasi dari Kementerian PANRB bukanlah dasar utama melakukan reshuffle. Kenyataannya, ada tidaknya perombakan kabinet pun merupakan hak prerogatif dari Jokowi.

“Ya itu kalau reshuffle bukan urusannya PANRB. Itu kewenangannya presiden,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Adapun nilai kementerian/lembaga yang diserahkan Kementerian PANRB katanya berkaitan dengan tunjangan kinerja. Jika nilainya baik, tentu tunjangan kinerja yang didapatkan pun akan baik.

“Nah, di sini Menteri PANRB itu memberikan rata-rata. Kami putuskan dalam suatu pertemuan. Kebetulan saya ketua reformasi birokrasi untuk memutuskan apakah data itu yang dipakai,” jelasnya.

Lebih jauh, saat dikaitkan niat Kapolri Tito Karnavian yang ingin mundur dari jabatannya karena isu reshuffle dan laporan Menteri PANRB, JK enggan berspekulasi. “Tanya sama Pak Tito,” pungkasnya. (dna/jpg)