Berikan Keterangan Palsu, Miryam Didakwa 12 Tahun Penjara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Majelis hakim PN.Tipikor Jakarta menggelar sidang perdana kasus dugaan pemberian keterangan tidak benar atas nama terdakwa Miryam S Haryani.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa mantan Anggota Komisi II DPR Fraksi Hanura tersebut telah memberikan keterangan tidak benar dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP, dengan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman Dan Sugiharto.

"Yaitu dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dengan mencabut semua Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidikan yang menerangkan antara lain adanya penerimaan uang dari Sugiharto, dengan alasan pada saat pemeriksaan penyidikan telah ditekan dan diancam oleh tiga orang penyidikan KPK, padahal alasan yang disampaikan terdakwa tersebut tidak benar," kata Jaksa KPK Kresno Anto Wibowo, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/7).

Kresno mengatakan, keterangan Miryam itu dilakukan dalam sidang pemeriksaan saksi Irman dan Sugiharto pada 23 Maret 2017 lalu. Dalam sidang itu, majelis hakim menanyakan Miryam soal BAP dalam empat kali pemeriksaan pada penyidikan kasus e-KTP.

Yakni, BAP 1 Desember 2016, BAP 7 Desember 2016, BAP 14 Desember 2016, dan BAP 24 Januari 2017. BAP tersebut diakui Miryam telah diparaf dan ditandatangani.

"Namun terdakwa mencabut semua keterangannya yang pernah diberikan dalam BAP tersebut dengan alasan isinya tidak benar, karena pada saat penyidikan telah ditekan dan diancam oleh tiga orang penyidik KPK yang memeriksanya," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...