Politisi Golkar Sebut Indramayu Juga Layak Jadi Ibu Kota Negara

Sabtu, 15 Juli 2017 - 16:13 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wacana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke luar pulau Jawa, dianggap masih terlalu lama dan bakal banyak menuai kendala.

Menganggapi hal itu, ketua DPRD Indramayu, H Taufik Hidayat mengatkan bahwa, semestinya Ibu Kota pindah ke Indramayu saja.

Menurut Taufik Indramayu siap dan layak untuk menjadi ibukota RI karena sarana dan prasarananya memadai. Disamping itu, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Dikatakan politisi Golkar ini, untuk menjadi ibukota RI, Indramayu sudah memiliki lahan yang representatif.

Dijelaskannya, di kawasan Hutan Cikamurang, Haurgeulis sudah ada lahan seluas 32.000 hektare milik negara, atau lebih luas dari DKI Jakarta.

Jadi, kata dia, ketika akan menjadi ibukota RI, tidak perlu lagi melakukan pembebasan tanah. “Yang pasti kami siap, tinggal bagaimana pihak Bappenas menyikapi persoalan ini,” ujar Taufik.

Taufik memaparkan, untuk akses transportasi, di Indramayu juga tersedia semua. Akses jalan darat dekat dengan Tol Cipali, dan ada jalur kereta api.

Kemudian juga ada akses laut, serta akses udara yang dekat dengan Bandar Udara Kertajati Majalengka. Sementara untuk sumber air baku juga sudah ada Bendungan Jatigede dan Waduk Cipanas yang segera dibangun.

Disamping itu, untuk urusan energi Indramayu juga memiliki PLTU Sumuradem dan Pertamina RU-VI Balongan.

Apabila Indramayu bisa menjadi ibukota RI, lanjutnya, maka dampaknya akan sangat besar, atau akan mendatangkan multiplier effect. Karena, sektor ekonomi dipastikan akan tumbuh dan berkembang.

Dampak lain tentunya lapangan kerja juga semakin luas, sehingga masyarakat Indramayu tidak perlu lagi bekerja keluar negeri.

Taufik menambahkan, peluang Indramayu untuk menjadi alternatif ibukota RI sebenarnya cukup terbuka.

Karena kenyataan yang terjadi saat ini, sejumlah kota yang memiliki pelabuhan besar seperti Semarang dan Surabaya sudah mulai bergeser akibat terlalu padat.

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mulai bergeser ke Gresik, sementara Pelabuhan Tanjung Mas Semarang juga bergeser ke Kendal.

“Jadi bukan hal yang mustahil kalau pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta bergeser ke Indramayu,” ujar Taufik. (Fajar/JPG)