Soal Dugaan Kolusi di Seleksi Calon Taruna, Kapolda Sulut: Hal Seperti Terkadang harus Ada

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw buka suara soal dugaan kolusi di penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian di wilayah hukumnya. Dia menyebut hal itu adalah kebijakan kapolda sebelum dia.

Akan tetapi, kata Paulus, ada juga alasan lain yang menyebabkan anak pejabat utama di Polda Sumut itu diloloskan meski nilainya memang kurang.
"Misalkan mungkin ada pertimbangan orangtua (calon taruna) ini orang yang cakap yang punya prestasi punya kinerja, nilai, misalnya anggota brimob yang berjuang," kata dia ketika dikonfimasi, Jumat (14/7).
Hal itu kata dia memang berlaku di Polri dan hal yang wajar. "Itu kan masuk pertimbangan. Dan hal seperti ini memang terkadang harus ada," tambahnya.
Menurut Paulus, hal semacam ini tak hanya terjadi di kepolisian, tapi di tempat lain juga ada. Termasuk di lingkungan universitas.
"Di semua tempat samalah seperti di universitas umum. Tapi itu mungkin pikiran saya saja," papar Paulus.
Hal semacam ini kata dia memang harus dihormati, bukan berarti ada praktik kolusi.
"Tidak bisa dipertimbangkan dari formal saja kadang ada dari informal yang harus dihormati," paparnya.
Sehingga dia menegaskan, adapun alasan diloloskannya calon taruna itu karena faktor orangtua yang berjasa.
"Ya begitu. Atau mungkin ada yang membantu Polri menyerahkan apa untuk kepentingan bersama atau umum," tukas dia. (elf/JPG)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan