Tiga Sipir Diduga Terlibat Jaringan Narkoba di Lapas

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Pengembangan penyidikan kasus penangkapan sipir Lapas Kelas I Surabaya Arwin Romadhon terus dilakukan. Salah satu hasilnya, ada tiga lagi petugas lapas yang disebut-sebut ikut terlibat. Sayang, aparat tampaknya masih ragu-ragu untuk menetapkan mereka sebagai tersangka. Fakta terbaru itu didapatkan dari tim yang dibentuk Lapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong). Sejak salah satu sipirnya ditetapkan sebagai tersangka, pemeriksaan oleh pihak lapas semakin ketat. Lapas langsung membentuk tim pendisiplinan. Tim tersebut tidak hanya mencari petugas yang terlibat jaringan narkoba dalam lapas, tapi juga menyelidiki petugas lain yang melanggar kode etik kepegawaian. ”Memang benar, ada tiga lagi pegawai kami yang terlibat dalam jaringan ini,” ujar Kepala Lapas Kelas I Surabaya Riyanto. Seperti diberitakan, BNNP Jatim menembak seorang sipir Lapas Kelas I Surabaya akhir pekan (16/7). Sebab, Arwin Romadhon, nama sipir tersebut, melawan saat ditangkap petugas. Padahal, dia tertangkap basah membawa 20 gram sabu-sabu. Ketika ditanya lebih lanjut soal detail keterlibatan tiga pegawainya itu, Riyanto masih enggan menjawab. Sebab, dia juga belum yakin. ”Bisa jadi satu kasus dengan yang sebelumnya, bisa juga tidak, bisa juga berbeda, kami belum tahu,” ujarnya. Soal hukuman untuk mereka, Riyanto juga menyerahkannya kepada pihak kanwil. Sebab, hukuman itu memang berada di luar kewenangannya sebagai kepala lapas. ”Yang pasti akan diberhentikan sementara. Entah selama-lamanya atau bagaimana, saya kurang tahu,” ungkap Riyanto.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan