Fahri Hamzah Sebut Prabowo Lebih Kuat dari Jokowi di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Jumat, 21 Juli 2017 15:15

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar akan adanya uji materi, terutama pasal yang mengatur presidential threshold (PT) 20-25 persen di UU Pemilu yang baru disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (21/7) dini hari, terus bergulir.Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun angkat bicara. Dia mengatakan, parlemen tidak boleh mengajukan uji materi. Sebab, asumsinya adalah DPR sebagai pembuat UU. Sehingga tidak boleh merasa dirugikan dengan UU yang dibuat sendiri.Demikian juga dengan partai politik. Fahri mengatakan, parpol yang ada di DPR tidak punya legal standing menjadi pengaju uji materi. Sebab, DPR itu diutus oleh partai-partai yang sudah ikut pemilu membuat UU. Jadi, DPR yang berisi anggota parpol yang membuat UU tidak punya legal standing untuk uji materi. “Tapi kalau partai yang tidak ada di DPR saya kira masuk legal standing-nya,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7).Namun, kata dia, semua itu masih spekulatif. Termasuk pula terkait dengan pihak-pihak yang menyebutkan bahwa PT 20 persen merupakan upaya Joko Widodo menghambat orang lain maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar