Kapolda Metro Jaya Diganti, Begini Doa Kubu Habib Rizieq

Jumat, 21 Juli 2017 - 14:08 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjenpol M. Iriawan dikabarkan telah diganti oleh Irjenpol Idham Azis. Iwan Bule – sapaan akrab Irjen Iriawan itu dipindahkan sebagai Asops Kapolri.

Mengetahui kabar tersebut, kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro saat dihubungi Jawapos.com (Jawa Pos Grup) berharap, Iriawan bisa amanah dan menjalankan tugas di jabatan yang baru. “Kami tidak ada dendam dengan Pak Iwan Bule (Iriawan, red). Kami doakan selalu untuk beliau,” tuturnya.

Dia menambahkan, Iriawan juga harus bersikap adil. Artinya, sambung dia, Iriawan bertindak tanpa harus melanggar hukum.

Sugito juga mempunyai harapan untuk Kapolda baru Irjenpol Idham Azis. Sugito mengatakan, Idham harus mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) untuk kasus dugaan konten pornografi yang menjerat Rizieq dan Firza Husein.

Dia mengungkapkan, kasus tersebut sangat sulit dibuktikan dengan barang bukti yang ada saat ini. Menurutnya, tidak ada pelanggaran hukum secara murni dalam kasus tersebut.

Sugito meyakini Idham memiliki hati yang baik. “Kalau memang tidak ada bukti yang kuat, sudah SP3 saja. Kami akan berterimakasih. Toh juga tidak ada laporan dari pihak keluarga kan, misalnya dari istri habib Rizieq,” paparnya.

Kemudian saat disinggung mengenai keberadaan Rizieq, dia menyebutkan, kliennya itu masih berada di Arab Saudi. “Di Yaman kan cuman 10 hari karena mengisi seminar edukasi. Sekarang sudah di Arab lagi,” ungkapnya.

Sugito mengatakan, Rizieq berencana pulang sebelum HUT FPI pada 17 Agustus. “Atau minimal sebelum Idul Adha, beliau insya allah sudah di Indonesia lagi. Sabar,” tambah dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono mempersilahkan Rizieq untuk segera pulang. Lalu, apakah ada pengamanan di Bandara Soetta?

Dia mengklaim, pihak Bandara Soetta telah siap untuk mengamankan. “Konsep pengamanan sudah siap. Kami akan senang jika Pak Rizieq pulang,” terang mantan Kapolres Nunukan Kaltim itu. (Fajar/jpg)