Kata Ketua IPW, Mutasi Kapolda Metro Jakarta Bukan Karena Kasus Habib Rizieq, tapi Masalah Ini

Jumat, 21 Juli 2017 - 16:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengomentari mutasi yang dialami Irjen M Iriawan dari posisi Kapolda Metro Jaya ke Asisten Operasi Kapolri. Neta menyebut perwira Polri yang akrab disapa dengan panggilan Iwan Bule itu sebagai orang kuat.

“IPW memberi apresiasi pada Mabes Polri yang sudah berani memutasi Irjen Iriawan yang selama ini dikenal sebagai orang kuat. Kenapa Iriawan dinilai sebagai orang kuat, karena selama bertugas dia banyak melakukan hal kontroversial hingga Ibu Kota Jakarta ingar bingar,” ujar Neta, Jumat (21/7).

Namun, Neta juga menyoroti kinerja Iriawan yang seolah lalai pada hal yang tiap hari dihadapi warga Jakarta. “Hal krusial di Jakarta yakni kemacetan lalu lintas seperti tidak tertangani maksimal,” kata Neta saat dihubungi, Jumat (21/7).

Neta pun mengharapkan Irjen Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya pengganti Iriawan bisa menyelesaikan masalah lalu lintas. Neta meyakini Idham sebagai sosok jenderal muda di Polri yang mampu mengatasi masalah kemacetan dan masalah lainnya.

“Yang paling penting kapolda yang baru harus segera memikirkan strategi dalam mengatasi kemacetan lalu lintas Ibu Kota. Sebab, persoalan krusial di Jakarta saat ini adalah masalah lalu lintas. Di era Kapolda Iriawan persoalan lalu lintas seperti tidak tersentuh,” jelas dia.

Di samping itu, Neta juga mengharapakan Idham bisa menjalin hubungan dengan baik dengan tokoh masyarakat. Terutama, lanjutnya, berkomunikasi dengan ulama agar situasi DKI Jakarta menjelang Pilpres 2019 nanti bisa lebih kondusif.

“Diharapkan Kapolda Metro yang baru bisa membawa ketenangan bagi Jakarta dan tidak melakukan hal-hal yang memunculkan kontroversi dan kegaduhan,” tandas dia. (Fajar/jpnn)