Sidang Bupati Buton, Kesaksian Pihak Bank Lemahkan Dakwaan Jaksa

Jumat, 21 Juli 2017 18:43

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang lanjutan Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun atas dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Buton di Mahkamah Konstitusi (MK) terus berlanjut di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jum’at (21/7). Dalam sidang kali ini, seharusnya saksi yang dihadirkan sebanyak sembilan orang, namun hanya enam saksi yang bisa hadir untuk memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Ibnu Basuki Widodo.Tiga saksi yang batal memberikan kesaksian diantaranya, Mantan Ketua MK Akik Mochtar, Aries Adhitya Shafitri yang tak lain adalah anak dari Akil Mochtar serta Ratu Rita Akil yang merupakan istri dari Akil Mochtar. Dipanggilan kedua ini Akil kembali tidak hadir dengan alasan kesehatan, sedangkan anak dan istri Akil tidak hadir tanpa keterangan.”Kami agendakan pemanggilan terhadap sembilan orang saksi, tapi yang hadir enam orang. Akil setelah kami konfirmasi sementara sakit dan sempat dirawat di RS MMC. Dokumen-dokumen dari RS lengkap semua yang mulia. Sedangkan anak dan istri Akil sampai saat ini tidak ada konfirmasi yang mulia,” kata salah satu Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) dihadapan majelis Hakim.Sementara itu, enam saksi yang hadir memberikan kesaksian diantaranya Posma Paido Tua Sarumpaet selaku staf Hukum Bank Central Asia (BCA), Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nanda Ayu Lestari serta Meita Tias Wahyuningrum, I Gede Candrayasa Hartawan yang merupakan Manajer Bank Mandiri Prioritas Cabang Jakarta Gambir, Andri Antoni selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas Pontianak Diponegoro. Sedangkan satu saksi lainnya yakni, Yusman Haryanto yang merupakan ajudan Umar Samiun dari anggota Polri.

Bagikan berita ini:
8
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar