Giliran Disidang Banyak Pendatang yang Mangkir

Sabtu, 22 Juli 2017 05:51

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Pendatang yangtelah terjaring operasi yustisi yang digelar Satpol PP sejak arus balik Lebaran Idulfitri lalu rupanya banyak yang tak patuh. Meski KTP serta identitas lain telah disita, banyak dari mereka yang mangkir dan tak menghadiri sidang tindak pidana ringan, kemarin (20/7).Hasil operasi yustisi sendiri mendapati 489 pendatang tidak tertib administrasi. “Hanya 111 orang yang hadir. Tentu tetap kami proses mereka yang tidak hadir. Mereka ikut verstek. Jadi, nanti ambil KTP dan identitas lain yang ditahan langsung di kejaksaan,” terang Kabid Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Pranti Firdausi, usai pelaksanaan sidang.Pranti melihat banyak dari pendatang yang belum juga membuat surat domisili usai dilakukan razia. Padahal jika mereka membawa bisa lolos dari sanksi pidana berupa denda. Selain itu, pendatang yang mengaku hanya sementara di Balikpapan diminta membawa tiket transportasi. “Itu bukti kalau mereka hanya sementara di Balikpapan. Jadi bisa lolos juga dari denda,” lanjutnya.Pantauan media ini, kebanyakan dari pendatang diberi vonis membayar denda Rp 50 ribu oleh Majelis Hakim Adeng. Denda ini menurut sebagian warga yang datang tidak terlalu memberatkan. Yang dikeluhkan sebagian dari mereka yang datang adalah persoalan waktu. “Enggak masalah kalau hanya Rp 50 ribu. Ya hanya soal antre saja. Kalau begini terpaksa meninggalkan kerjaan,” ungkap Asminah, yang sudah tinggal setahun di Balikpapan tetapi belum mengurus KTP.Dari total pelanggar yang disidangkan, jumlah denda yang terkumpul mencapai Rp 4.650.000. Semua uang denda hasil sidang yustisi ini disetorkan ke kas negara melalui pihak kejaksaan. Dari catatan Satpol PP, selama 2017 ini, ada sekitar Rp 15 juta uang denda hasil razia yustisi yang telah disetor ke kas negara. Jumlah tersebut diakumulasikan dari sidang yang digelar setiap bulan kecuali pada Januari dan Juni. (*/rdh/rsh/k15)

Bagikan berita ini:
6
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar