Menanti Idham Azis Ungkap Peneror Novel Baswedan

Sabtu, 22 Juli 2017 - 13:42 WIB
Irjen Idham Azis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dengan segudang prestasi menumpas terorisme, Irjen Idham Azis diyakini akan berbuat banyak. Namun, mampukah Idham mengungkap kasus teror air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan?

Ada yang optimis, ada pula yang pesimis kasus itu akan terungkap di tangan Idham. Yang jelas, Idham dinilai punya catatan prestasi yang mentereng, dan seharusnya kasus Novel mudah ditangani. Kelebihan Idham yang lain adalah ia sangat mengenal Jakarta dibanding yang lain.

“Dalam pandangan kami, penempatan Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya sangat tepat. Mengingat Idham sangat mengenal Jakarta. Apalagi dia sangat lama bertugas di Polda. Mulai Kanit Jatanras, Kasat Serse Umum, hingga Direktur Kriminal Umum dan Kapolres Jakarta Barat,” ucap Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi), Edi Hasibuan, di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Dengan pengalaman tersebut, kata mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, Idham tentu dapat mengemban tugas dengan baik. Apalagi selama ini juga diketahui memiliki karakter yang humanis, namun tegas.

“Beliau ini merupakan Pati Polri yang tahu banyak soal teror. Dia mantan Kapolda Sulteng yang diketahui banyak menghadapi aksi teror. Idham juga pernah menjabat Wadensus 88 dan Direktur Tipikor Polri,” pungkas Edi.

Nama Idham melejit ketika ia dan Tito Karnavian (Kapolri saat ini)–keduanya satu angkatan di Akabri tahun 1987, sempat menjadi satu tim dalam aksi memburu komplotan teroris Dr. Azhari di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9 November 2005. Keduanya mendapat kenaikan pangkat yang luar biasa karena keberhasilan tersebut.

Nah, ketika kini menjabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis sepatutnya lebih impresif lagi, termasuk dalam menangani kasus penyerangan brutal pada Novel.

Di lain pihak, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, mengatakan, pergantian Kapolda Metro Jaya dari Irjen M Iriawan ke Irjen Idham Azis tidak akan menghentikan koordinasi dan kerja sama dalam mengungkap kasus penyerangan brutal kepada Novel.

“Koordinasi akan tetap berlangsung dan akan dibicarakan terus,” kata Syarif, Sabtu (22/7/2017).

Dia memastikan, KPK tentu akan berkomunikasi dengan Idham untuk mengungkap siapa peneror Novel.

Bagi KPK, tidak ada persoalan dengan pergantian pucuk pimpinan di Polda Metro Jaya. Sebab, kata Syarif, jajaran di bawahnya yang menangani kasus Novel di Polda Jaya tetap sama alias tidak berganti.

“Ya kan Kapolda-nya yang diganti. Tidak mungkin berganti semuanya?” kata akademisi asal Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, hingga lebih 100 hari kasus teror Novel di bawah tangan Irjen M Iriawan (Kapolda Metro Jaya sebelumnya), belum satu pun tersangka yang berhasil ditangkap. Sedangkan Novel saat ini masih dalam tahap pengobatan di Singapura.

Sejumlah kalangan mendesak Polri mengungkap siapa pelaku dan aktor intelektual termasuk motif teror keji ini. Dan, lampu sorot kini tertuju pada Idham sebagai Kapolda baru. (fajar/jpnn)

 

BIODATA KAPOLDA METRO JAYA
*Data Diri
Nama: Irjen. Pol. Drs. Idham Azis, M.Si
Kelahiran: Kendari, 30 Januari 1963
Profesi: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya
Agama: Islam
Status: Menikah

*Jabatan
– Kapolres Metro Jakbar Polda Metro Jaya (2009)
– DirReskrimum Polda Metro Jaya (2009-2010)
– Wakadensus 88 (2010-2013)
– Dirtipikor Bareskrim Polri (2013-2014)
– Kapolda Sulawesi Tengah (2016)
– Kadivpropam (2016)
– Kapolda Metro Jaya (2017)

*Pendidikan
Akademi Kepolisian (lulus tahun 1987)

*Prestasi
– Mengungkap kasus perampokan bank BCA di Poso, Sulawesi Tengah yang tujuannya mendanai aksi teror.
– Menangkap Baikuni alias Babe, pembunuh berantai yang juga mencabuli korbannya.
– Menangkap komplotan teroris Dr. Azahari Cs di Batu, Jawa Timur.