Petani Aceh Temukan Kerangka, Diduga Korban Tsunami Asal Bone

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BONE — Tsunami dahsyat di Aceh telah satu dekade lebih berlalu–terjadi pada Desember 2004 silam. Tetapi, cerita pilu tentangnya belum juga usai, terutama di mata Hannani (62) dan Nurbaedah (61), warga Desa Laccori, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulsel.

Saat Tsunami melanda, putra Hannani dan Nurbaedah bernama Jumardi sedang bertugas sebagai Anggota Brimob Kelapa Dua di Aceh. Jurmadi dikabarkan menjadi salah satu korban musibah itu. Mirisnya, tidak ada kabar tentang Jurmadi sejak musibah itu sampai sekarang.

“Memang anak saya dulu tugas di Aceh. Dan, sampai sekarang tidak tahu kabarnya seperti apa. Kami (keluarga) sudah anggap dia (Jumardi) mati. Makanya kita buatkan semacam penanda seperti kuburan,” jelas Hannani kepada FAJAR, Jumat malam (21/7/2017).

Sosok tentang Jurmadi kembali terkenang ketika Muhammad Taufiq (40) yang merupakan petani asal Desa Blang Dalam, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, menemukan kerangka manusia. Diperkirakan kerangka tersebut merupakan korban Tsunami tahun 2004 lalu.

Kerangka yang ditemukan tersebut diduga adalah Jumardi, karena juga ditemukan identitas atas nama Jumardi serta KTA Polri di dekatnya.

Hannani mengaku sudah dihubungi beberapa orang aparat Brimob terkait penemuan kerangka yang diduga jasad putranya.

“Informasi ini membuat memori kami kembali atas peristiwa tersebut. Keluarga juga belum tahu apakah itu kerangka Jumardi atau bukan. Yang jelas memang Jumardi terakhir tugas di Aceh, sampai sekarang tidak tahu seperti apa keadaannya,” tambah Hannani.

Hannani (kanan) bersama istrinya memperlihatkan foto Jumardi. (FOTO: ASHRI/FAJAR)

Sementara itu, adik Jumardi bernama Agus Salim memilih pasrah. Dia masih kuliah saat Tsunami melanda Aceh, dan ikhlas menerima bila kerangka yang ditemukan tersebut adalah sang kakak tercinta. (smd/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...