Tingginya Perokok Aktif Usia Dini, Indonesia “Darurat Rokok”

FAJAR.CO.ID - Indonesia saat ini menyandang titel "Darurat Rokok". Jumlah perokok pemula terus naik, terlebih pada usia dini. Para peneliti terus mengungkapkan data terbaru tingginya jumlah perokok pemula di Indonesia sejak usia sekolah dasar (SD).

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hasbullah Thabrany sangat fokus terhadap penelitian dan bahaya rokok di Indonesia. Dia menyebut Indonesia masih juara soal konsumsi rokok.

“Indonesia ini masih tertinggi daripada negara-negara lain. Bahwa Indonesia masih juara soal rokok. Itu memalukan,” tukasnya kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

Thabrany menambahkan ironisnya masih banyak kebijakan pemerintah dan industri rokok yang terus memompa generasi muda dengan iklan rokok. Hal itu membuat teman-teman kalangan pegiat kesehatan dan organisasi kesehatan dunia (WHO) prihatin.

“Sudah juara, kita masih terus digulirkan dengan kebijakan pemerintah yang masij terus membiarkan industri rokok meningkatkan perokok pemula. Upaya pemerintah kendalikan konsumsi rokok masih minim,” jelasnya.

Thabrany juga menyoroti harga rokok di Indonesia yang masih sangat terjangkau oleh anak-anak. Hal itu dibuktikan dengan makin tingginya angka perokok pemula.

“Teman-teman di bea cukai enggak mau mengakui. Mereka bilang harga rokok sudah mahal karena mereka bandingkan per kapita di berbagai negara. Rokok itu merusak masa depan bangsa. Jadi ukurannya seharusnya apakah orang masih belanja rokoknya atau tidak,” tukasnya.

Pakar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan ini juga menegaskan sejauh masih ada angka kenaikan jumlah perokok pada anak-anak, itu akan membahayakan masa depan. Upayakan konsumsi rokok dengan data yang semakin turun.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...