Kapolri Perintahkan Tembak Mati Polisi yang Bekingi Bandar Narkoba

Rabu, 26 Juli 2017 - 15:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, mengakui, tak sedikit anak buahnya yang memakai narkoba. Namun, mereka juga sedang berusaha untuk memberantas hal itu.

“Kalau ada yang melakukan pelanggaran nanti kita lihat dulu level pelanggarannya. Kalau dia pemakai pasti dia kita berikan kode etik,” terangnya di Mabes Polri, Rabu (26/7/2017).

Kemudian bila anggota itu hanya positif maka akan dilakukan rehabilitasi. “Kalau ada barang bukti kita proses hukum. Kalau dia ikut mengedar, anggota Polri, berarti pengkhianat. Pengkhianat harus dipecat, bila perlu tembak mati,” sambung Tito, tegas.

Sebagai contoh, katanya, salah satunya yang terjadi di Medan, tahun lalu. Ketika itu, ada anggota Polri yang membekingi dan ikut turun langsung mengamankan bandar narkoba dari Aceh.

“Itu kami tembak pengedarnya, meninggal, polisinya pun ditembak, meninggal, dan polisi yang menembak saya pasti beri penghargaan,” papar Tito.

Pria kelahiran Palembang ini mengatakan, untuk kasus salah satu anggota yang terlibat di Sumatera Utara dan baru diungkap BNN, dia menyebut anggota itu sebagai pengkhianat.

“Berarti dia sudah menjadi pengkhianat bagi kita. Kita akan proses hukum. Kalau ngelawan waktu ditangkap, saya perintahkan kepada anggota polisi yang menjadi pengedar bandar narkoba, ngelawan, tembak saja,” tukas Tito.

(elf/JPC/fajar)