Kasus Bunuh Diri di Bali Terus Meningkat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALI – Tingginya kasus bunuh diri di Bali memantik keprihatinan DPRD Bali. Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Wayan Gunawan menyebut angka bunuh diri terus naik setiap bulan.

Dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir terjadi 72 kasus bunuh diri. Artinya setiap bulan ada sekitar sepuluh orang melakukan ulah pati.

“Angka 72 kasus bunuh diri dalam tujuh bulan ini benar-benar luar biasa. Di balik kemajuan Bali terjadi krisis sosial yang serius,” ujar Gunawan kepada Jawa Pos Radar Bali, kemarin (26/7).

Politisi asal Bangli itu berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa melakukan upaya pencegahan. Pemerintah diminta melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak untuk memberi peringatan.

Bila perlu, lanjut Gunawan, pemerintah segera melakukan riset atau penelitian penyebab meningkatnya bunuh diri.

Selanjutnya pemerintah segera mencari solusi. Selain urusan bunuh diri, Gunawan juga menyoal urursan kesehatan.

Sosialisasi BPJS maupun pelayanan jaminan kesehatan lainnya dianggap masih kurang. “Kesadaran kesehatan masyarakat masih rendah. Setelah sakit baru berobat mencari BPJS. Pemerintah kami minta kerja lebih keras menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tandas pria berkumis tipis itu.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebut terjadinya ulah pati atau bunuh diri dipicu stres. Misal penyakit tidak sembuh, tekanan sosial, utang tidak terbayar hingga putusa pacar.

“Orang Bali banyak bunuh diri, sedikit-sedikit bunuh diri, saya rasa tergantung pemahaman agama. Dalam agama diajarkan ulah pati ancamannya neraka, hidupnya (masa mendatang) tidak akan lebih baik,” kata Pastika.

Menurutnya, perlu pendidikan agama lebih baik. Masyarakat mesti ditanamkan kesadaran. Apa bukan karena ekonomi? Ditanya begitu, Pastika membantah.

Katanya, hidup di Bali tidak sulit. “Hidup di Bali tidak susah-susah amat kok kalau dibandingkan daerah lain. Orang ekonomi di Bali baik,” tukasnya. (Fajar/JPG)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...