Miris! Sekolah Ini Hanya Punya 1 Guru PNS, Lainnya Honorer

Kamis, 27 Juli 2017 - 20:42 WIB

FAJAR.CO.ID, GORONTALO – Rencana Pemprov Gorontalo melakukan redistribusi guru menjadi ‘angin segar’ bagi sekolah-sekolah yang berada di pelosok.

Data sementara Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo menyebutkan, untuk SMA ada kurang lebih lima sekolah yang dikategorikan terpencil. Pada sekolah tersebut sangat kekurangan guru.

Sehingga dengan adanya mutasi untuk pemerataan guru, sekolah-sekolah tersebut bisa mendapat perhatian untuk menjadi prioritas penambahan guru.

Misalnya untuk jenjang SMA. Di Kabupaten Bone Bolango, yaitu SMAN 1 Pinogu. Sekolah ini hanya memiliki 5 orang guru, 1 berstatus PNS yang merupakan guru Bahasa Inggris dan merangkap sebagai kepala sekolah, sementara sisanya adalah guru non PNS.

Pada sekolah tersebut masih sangat membutuhkan guru beberapa mata pelajaran lainnya.Kemudian di SMAN 1 Bulango Ulu, hanya ada 12 guru, 2 PNS dan 10 non PNS.

Di Gorontalo Utara (Gorut) ada SMAN 10 Gorut yang ada di wilayah Tolinggula. Hanya memiliki12 guru, 4 PNS dan 8 orang non PNS. Di Boalemo, yaitu SMAN 1 Paguyaman Pantai.

Di sekolah ini memiliki guru sebanyak 24 orang, masing-masing 10 PNS dan 14 non PNS. Sementara di Pohuwato, ada SMAN 1 Popayato Barat yang jaraknya cukup jauh dari ibukopta kabupaten.

SMAN 1 Popayato Barat hanya memiliki 6 orang guru, masing-masing 1 guru PNS dan 5 guru non PNS.

Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Drs. H. Weni Liputo MM mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap guru yang berlebih di setiap sekolah. Sehingga besar kemungkinan, guru yang tertumpuk di satu sekolah akan dimutasi di sekolah yang membutuhkan guru.

“Jadi ada daerah yang memiliki kelebihan guru mata pelajaran atau jam pelajarannya tidak cukup di sekolah tersebut. Sehingga ada penyesuaian terhadap guru mata pelajaran. Di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo yang kami lihat kelebihan jumlah gurunya, sementara Bone Bolango dan Pohuwato kekurangan guru. Begitu pula dengan kabupaten lainnya. Sehingga butuh penyesuaian,” kata Weni.

Weni mengaku, saat ini, Dikbudpora sedang mengecek dan menganalisa ketersediaan dan kebutuhan guru di semua sekolah.

Di sisi lain, untuk saat ini, agar pelayanan pendidikan di sekolah terpencil tetap berjalan dengan baik, Weni Liputo mengharapkan, para guru dapat terus meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam mengajar.

“Memang ada sekolah kondisinya masih jauh dari memadai sesuai dengan PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Sehingga itu, para guru yang mengajar di sekolah ini harus dapat berinovasi dan kreatif dalam mengajar,” tegasnya.

Menurut Weni, para pelajar di wilayah terpencil dan tertinggal memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di daerah-daerah lebih maju pada perkotaan untuk meraih kesuksesan.

“Yang terpenting mereka harus memiliki semangat untuk bersekolah dalam rangka memperbaiki atau mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (Fajar/pojoksatu)