SBY dan Prabowo Bertemu di Tanggal Peringatan Kudatuli

Kamis, 27 Juli 2017 - 19:33 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (27/7). Pertemuan bakal digelar di rumah SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan itu tak hanya menimbulkan spekulasi tentang hal yang akan dibahas. Yang tak kalah menarik adalah pemilihan tanggal 27 Juli untuk pertemuan.

Seperti diketahui, 27 Juli menjadi tanggal penting bagi PDI Perjuangan. Sebab, ada peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996.

Peristiwa Kudatuli atau yang dikenal juga dengan sebutan Sabtu Kelabu merupakan aksi penyerbuan ke kantor pusat PDI yang saat itu dikuasi kubu Megawati Soekarnoputri. Selanjutnya, massa PDI kubu Soerjadi yang didukung aparat menyerbu dan mengambil alih kantor DPP yang berlokasi di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat.

Namun, politikus PDIP Eva K Sundari enggan mengomentari spekulasi itu. Menurutnya, PDIP tak akan tersinggung karena pemilihan waktu pertemuan SBY dengan Prabowo merupakan kebetulan belaka.

“Ora lah (tidak tersinggung, red). Agendanya kan tidak terkait 27 Juli,” ujar Eva, Kamis (27/7).

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP PDIP itu menegaskan, pertemuan SBY dan Prabowo merupakan hak politik masing-masing. Apalagi Partai Demkorat dan Gerindra punya pandangan yang sama soal UU Pemilu.

“Sehingga beberapa tokoh yang berkepentingan di kekuasaan saling ketemu untuk menyamakan frekuensi apalagi ada kesamaan kepentingan saat paripurna terkait UU Pemilu,” sebut Eva.

Faktanya, kata dia, penjajakan atau kolaborasi kekuatan dan strategi memang lazim dilakukan semua parpol sebelum pemilu. “Yang istimewa di politik kawan bisa jadi lawan, dan sebaliknya,” imbuhnya.

Namun, Eva tetap mengharapkan pertemuan SBY dengan Prabowo demi kebaikan bangaa dan negara. “Saya percaya kenegarawanan beliau berdua untuk bersama-sama PDIP untuk memastikan tujuan itu tercapai, kepentingan bangsa adalah utama bukan kepentingan subyektif partai-partai,” pungkas Eva. (Fajar/JPG)