21 Tahun Menabung, Tukang Becak Ini Akhirnya Naik Haji

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Buah kesabaran dan ketekunan akhirnya mengantar Maksum menapakkan kaki di Tanah Suci Makkah. Pria yang bekerja sebagai tukang becak di daerah ITC Kapasan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Maksum dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, bersama rombongannya di kloter 6 pada hari ini, Jumat (28/7/2017).

aat ditemui di rumahnya Kamis (27/7), Maksum tampak sudah siap pergi haji. Seluruh barang-barangnya sudah dikemas rapi. Tak lupa dokumen perjalanan dan kartu identitas tersimpan dalam tas kecilnya.

Keluarga, saudara, dan teman-temannya tak henti berkunjung ke rumahnya di Gang Kapasan Samping III. Tuan rumah pun menyiapkan suguhan untuk tamu-tamunya. Mereka mendoakan kelancaran Maksum hingga ke Tanah Suci dan bisa pulang dengan selamat. Jadi haji mabrur.

Kepada Jawa Pos, Maksum menceritakan perjalanannya bisa naik haji. Niat itu muncul pada 1996. Tepatnya, ketika sang istri, Zainab, meninggal dunia. Bapak 13 anak tersebut memutuskan menabung agar bisa pergi ke Tanah Suci. ”Alhamdulillah, anak-anak mendukung,” ujar pria asli Bangkalan, Madura, itu.

Maksum punya 13 anak. Yang masih hidup 6 orang. Yang lain meninggal. Semua anaknya kini sudah berumah tangga. Karena itu, uang hasil jerih payahnya mengayuh becak bisa ditabung untuk pergi haji.

Setiap hari Maksum bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu–Rp 50 ribu. Sebagian uangnya disisihkan untuk bersedekah. Lainnya dikumpulkan. Dalam sebulan, tabungannya bisa mencapai Rp 500 ribu–Rp 1 juta. Semuanya disimpan ke bank.

Pada 2010 Maksum akhirnya mendaftar haji lewat BRI. Kemudian, mengikuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah untuk mempersiapkan keberangkatannya. Sejak saat itu, dia semakin rajin mengumpulkan uang.

Tujuh tahun berlalu, akhirnya keinginan yang diidam-idamkan datang juga. Maksum menjadi salah seorang calon jamaah haji Surabaya 2017. Cita-citanya menyandang gelar haji pun semakin dekat.

Dulu, ketika masih awal-awal menabung, lelaki 79 tahun itu sering bercanda dengan teman-temannya. Di depan namanya, dia menuliskan gelar haji. Harapannya, candaan itu bisa berubah jadi kenyataan. ”Semoga bisa jadi haji mabrur,” ucapnya.

Maksum berharap perjalanannya ke Tanah Suci bisa dilancarkan. Sebelum berangkat, dia berupaya menjaga kesehatan tubuh. Bahkan, sejak 15 tahun lalu dia berhenti merokok.

Setelah pulang dari ibadah haji, Maksum berencana terus mengayuh becak. Pekerjaan itu akan dijalani selama dia masih kuat. ”Insya Allah, ini sudah jadi pekerjaan saya sejak lama,” ungkap pria yang tinggal di Surabaya sejak 1958 itu.

(ant/c10/dos)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...