Menerima Suap dari M Nazaruddin, Mantan Waketu KPK Dipolisikan

Jumat, 28 Juli 2017 17:41

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Salah satu mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, dipolisikan ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jumat (28/7). Pelapornya adalah Komite Masyarakat Pemantau Angket KPK (Kompak).Pelaporan ini berkaitan dengan pernyataan saksi kasus korupsi Wisma Atlet, Yulianis, soal dugaan adanya pemberian uang kepada Adnan dari bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.”Kami melaporkan dugaan tindak pidana suap menyuap yang dilakukan oleh wakil ketua KPK 2011-2015 yaitu saudara Adnan Pandu Praja,” kata kuasa hukum Kompak, Amin Fachruddin di kantor Ombudsman, Kuningan, Jumat (28/7).Menurut dia, keterangan Yulianis di sidang pansus hak angket DPR terhadap KPK di gedung parlemen terkait dugaan penerimaan hadiah, bisa dikategorikan sebagai tindakan suap menyuap atau gratifikasi sejumlah 1 miliar.”Sebenarnya tindak pidana biasa bukan delik aduan. Jadi tanpa adanya aduan pun pihak aparat penegak hukum bisa melakukan proses penyelidikan dan penyidikan,” terang Amin.Apalagi informasi ini sudah menjadi konsumsi publik dan Yulianis sudah melaporkan ke lembaga antirasuah pimpinan Agus Rahardjo, dalam hal ini kepada penyidik dan kepada biro hukum KPK.”Tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjutnya. Maka kami mengalihkan laporan ini ke Bareskrim Polri, sehingga tidak ada konflik of interest. Kalau ditangani KPK kami duga ada konflik kepentingan, sehingga kami alihkan kesini,” kata dia.Dia menambahkan, terkait bukti yang sudah diserahkan hari ini adalah rekaman sidang panitia khusus angket KPK dan beberapa pemberitaan di media, baik media elektronik online maupun cetak.

Bagikan berita ini:
9
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar