Menerima Suap dari M Nazaruddin, Mantan Waketu KPK Dipolisikan

Jumat, 28 Juli 2017 17:41

“Karena sudah menjadi konsumsi publik, jadi isu ini harus diklarifikasi dengan cara projusticia. Jadi kalau tidak diklarifikasi dengan cara projusticia maka isu ini hanya akan merugikan semua pihak khususnya masyarakat,” tambah dia.Kemudian bila ditemukan bukti permulaan lalu ditindaklanjuti dengan penyidikan maka ini kasus akan selesai.Sebab, publik akan paham apakah ini sebatas isu yang sekedar dihembuskan atau fakta yang harus ditelusuri oleh aparat penegak hukum.Dia menambahkan, bahwa laporan diarahkan agar  didaftarkan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) kantor Bareskrim Polri di Gedung, KKP, Gambir, Jakarta Pusat.”Kita diarahkan ke Bareskrim Gambir. Laporan kami nanti akan diperiksa secara kasus oleh Wakabareskrim. Pihak Dittipikor sudah membaca kontennya dan kami segera meluncur ke KKP,” tutup Amin.Sebelumnya, Saksi kasus korupsi Wisma Atlet, Yulianis, menyatakan soal adanya pemberian uang kepada mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.”Setahu saya waktu itu baru ngasih Rp 1 miliar. Kalau yang saya tahu itu,” kata Yulianis dalam rapat bersama Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/7).Namun, Yulianis tidak menjelaskan dalam konteks apa uang itu diberikan Nazaruddin kepada Adnan. Yulianis mengaku tak hadir langsung pada saat itu. Ia hanya mendapatkan cerita dari anak buah Nazaruddin, Minarsih. (dms/JPC)

Bagikan berita ini:
1
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar