Miris, Indonesia Kini Dikenal Dunia sebagai Negara Pengonsumsi Daging Anjing – FAJAR –
Ragam

Miris, Indonesia Kini Dikenal Dunia sebagai Negara Pengonsumsi Daging Anjing

Getty Images

FAJAR.CO.ID – Praktik konsumsi daging anjing memang telah lama ada di Indonesia. Di Sulawesi Utara, bahkan ada pasar yang khusus menyajikan hewan-hewan liar dan peliharaan siap santap.

Namun, praktik konsumsi tersebut kini kembali menjadi sorotan dunia. Media kredibel asal Inggris, Mirror Online, meyoroti bagaimana anjing yang sejatinya merupakan hewan peliharaan, justru dijadikan panganan.

Salah satu jurnalis Mirror, Lucy Clarke-Billings, menganalogikan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dengan kebiasaan mengonsumsi daging anjing.

“Penjualan daging anjing di Indonesia secara mengejutkan meningkat pesat, meski penduduk mereka yang mayoritas Muslim tidak memakan daging tersebut karena bertolak belakang dengan ajaran agama,” tulis Lucy dalam artikel ‘Kengerian industri daging anjing di mana anjing digantung dan dibantai di tempat pemotongan hewan Indonesia yang kotor‘.

Tak hanya kalimat bernada kritik, Lucy turut menyematkan sejumlah foto prosesi penjagalan anjing di sebuah restoran di Yogyakarta. Moncong dan mulut mereka diikat, serta dimasukkan ke dalam karung sebelum dieksekusi.

Getty Images

Getty Images

Getty Images

Getty Images

Getty Images

Sorang pegiat perlindungan hewan Kanada, Brad Anthony, menyebut konsumsi daging anjing di Indonesia yang marak disebabkan oleh rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Brad menuding, faktor ekonomi menjadi dalang dari kasus ini.

“Dari sudut pandang pertanian yang praktis, memelihara anjing dan kucing untuk dijadikan panganan lebih murah karena membutuhkan sedikit raung dan pakan, dibanding menernak sapi,” ujarnya kepada The New York Times, Maret lalu.

Baru-baru ini, isu jual beli daging anjing kepada tamu mancanegara di Bali menghebohkan banyak pihak. Kondisi ini membuat gerah Gubernur Bali. Akhirnya, diterbitkan Surat Edaran Gubernur kepada Bupati/Wali Kota se-Bali untuk pendataan, pengawasan, sosialisasi dan edukasi serta penertiban penjualan daging anjing.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, IGAK Sudaratmaja, menyatakan isu perdagangan daging anjing tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Bahkan dirinya secara tegas mengatakan daging anjing bukan untuk dikonsumsi. “Karena dari segi psikologi sosial, itu (daging anjing) tidak untuk dikonsumsi,” jelas Sudaratmaja, dilansir dari Radar Bali, Jumat (28/7).

Ada empat poin penting yang ditekankan dalam Surat Edaran Gubernur Bali, yakni pendataan terhadap lokasi penjualan daging anjing, sosialisasi serta edukasi kepada seluruh masyarakat bahwa daging anjing bukan bahan pangan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, pengawasan terhadap kemungkinan adanya penjualan daging anjing dengan merk dagang lain, dan penertiban terhadap penjualan daging anjing karena tidak dijamin kesehatannya. (riz/fajar)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!